Arsip Kategori: GIS

Nexar Live

Sekarang Anda bisa melihat “street view” secara lebih real time dengan Nexar Live. Nexar, penyedia layanan penghubung dash cam pada mobil untuk saling berbagi informasi, sehingga supir dapat dengan cepat mengetahui kejadian apa di depannya dan dapat memilih rute lain sebelum terjebak macet. Sayangnya baru di Yok Baru (New York), di Pekan Baru (New Week) mungkin kalo ***jadi presiden … heheheh

Nexar

Iklan

Pekanbaru centric on a gingery projection

Ceritanya tadi ada mantan mahasiswa saya yang datang ke rumah dan katanya mau belajar Data Visualization dari webnya om Davis. Nah, saya tantang dia untuk mengubah pusat petanya om davis menjadi Pekanbaru, karena, Pekanbaru adalah salah satu pusat Angkatan Udara kita. Dengan peta ini, nanti paratruper (airbon) kita dapat memprediksi dengan cepat berapa lama jarak terbang ke belahan dunia lainnya.

Sebagai hint, Lanud kita ada di sekitar 101,0.5

Sentinel Hub

Salah seorang mahasiswa saya yang memang salah dia, karena sudah lebih setahun mengerjakan TA “tanpa” progress, tiba-tiba datang ke rumah, lalu terbuka lah cerita lama, tentang Sentinel 2 yang seharusnya sudah dilakukannya lebih dari setahun lalu. Sewaktu itu Sentinel 2 belum banyak journal yang menulisnya, mungkin itu bisa menjadi alasan.

Nah, ada yang keren dari SENTINAL ini, yaitu gampang mendownload band, bahkan ada citra satelit yang sudah diproses. Contohnya yang diberikan oleh Sentinel Hub. Dengan mudah kita bisa mendapatkan “True” color, yaitu penggabungan pita 4,3 dan 2, sehingga menampilkan kira-kira seperti apa warna “sebenarnya” seperti tampak oleh mata manusia.

Nah, untuk TA Mahasiswa ini, cukup NDVI saja. NDVI merupakan normalisasi dari indeks vegetasi. Asumsi nya adalah bakteri dan tumbuhan yang menyerap cahaya tampak (dalam ini cahaya merah) untuk melakukan fotosintesis namun tidak menyerap (atau memantulkan) cahaya infrared.

Karena tumbuhan (vegetasi) menyerap cahaya merah (pita 4), maka nilai pita merah (pita 4) akan mendekati 0.Karena tumbuhan memantulkan infrared, maka nilai pita infrared akan tinggi

Silahkan lihat persamaan NDVI pada gambar,

NDVI adalah pita8-pita4 dibagi dengan hasil jumlah nya (pita8+pita4)

semakin tinggi nilai NDVI berarti semakin jauh selisih pita ini … dalam skala 0 sampai 1 (karena normalisasi)

Terlihat NDVI yang tinggi untuk daerah kebun sawit di Provinsi Riau. Terlihat juga ada daerah dengan NDVI rendah pada sebuah perkebunan , kemungkinan adalah karena peremajaan ( penanaman baru )

Nah, yang jadi masalah adalah, AWAN sangat mengganggu…

Kuwahara Filter

Kuwahara Filter adalah filter untuk mengurangi noise pada citra tanpa mengubah batas (edge). Mungkin semacam smart-blur pada pengolah citra. Kerennya, filter tersebut ada di QGIS.

Contoh Kuwahara, gambar diambil dari imageJ

Nah, pada QGIS, dapat dilihat contohnya di sini:

setelah dilakukan Kuwahara pada foto dron

Sedangkan foto aslinya seperti ini:

foto asli dari dron DJI, terlihat sebearnya bukan noise, tetapi memang fitur

Dengan dilakukan Kuwahara, kita jadi lebih gampang saat mendijitasi gambar secara manual, karena terlihat lebih smart-blur, lebih kurang noise.

Namun, kuwahara di QGIS hanya kecil, rencana nya mau diubah biar lebih kuat … tapi saya agak pusing liat kode nya … pake numpy …

buat yang mau ber pusing-pusing ria, silahkan lihat kode nya di %appdata%\QGIS\QGIS3\profiles\default\buat yang mau ber pusing-pusing ria, silahkan lihat kode nya di

[Carto][QGIS] xmin xmax ymin ymax

Untuk mengetahui koordinat paling kiri (xmin) dari geometri kita, di QGIS, dapat menggunakan rumus-rumus berikut

y_max( transform( $geometry, 'EPSG:4326', 'EPSG:32647') )
y_min( transform( $geometry, 'EPSG:4326', 'EPSG:32647') )
x_max( transform( $geometry, 'EPSG:4326', 'EPSG:32647') )
x_min( transform( $geometry, 'EPSG:4326', 'EPSG:32647') )

Ini berguna untuk transformasi dulu geom kita ke UTM, pada contoh ini adalah UTM Zona 47 Utara (untuk kota Pekanbaru s.d Medan), lalu baru kita cari tahu nilai extents nya … Dengan tahu angka min dan max nya, kita akan lebih presisi dalam membuat petanya.

QGIS Composer @grid_number / 1000

Buat yang bikin peta pake QGIS, dan menampilkan koordinat UTM, rasanya koordinatnya buat penuh peta kita saja, karena satuannya dalam METER. Nah, agar angkanya kecil, kita dapat menggunakan @grid_number / 1000 sebagai format penyesuaian koordinatnya. Akibatnya, sekarang yang ditampilkan adalah koordinat dalam KILOMETER, sehingga lebih rapih kesannya.

Sebagai perbandingan, sila lihat gambar di atas, terlihat koordinat UTM kita adalah 757 600 timur, lalu di sebelahnya adalah 757700 meter timur. Terlalu banyak nol nya …

Sekarang coba bandingkan dengan yang di bawah ini …

terlihat sekarang koordinatnya adalah 757.6

Nah, kita tahu itu adalah koodinat UTM tetapi dalam KILOMETER.

Cara membuatnya adalah dengan menggunakan

@grid_number  / 1000

sebagai format nya … pilih penyesuaian dekat Formatnya, lalu ketik kode di atas … cukup lama juga saya mencari cara ini … hehehehe

RBI 10k TIDAK MUAT DI a2

Buat yang ingin mencetak RBI 10 ribu, ternyata tidak muat di kertas A2, karena RBI 10k jika dicetak ke UTM Zona 47N karena di sekitar Pekanbaru, ternyata rata-rata panjangnya adalah 4641.6774904749m, jika dicetak dengan skala 10 ribu, maka angka tersebut dibagi 10 ribu menjadi 0.4meter atau sekitar 464.1 milimeter.

Adapun lebar rata-rata 4610.8227494262m, sehingga lebar peta skala 10 ribu adalah sekitar 461mm.

Ukuran kertas A2 adalah 420 x 594 mm, sehingga lebih kecil dari 461 mm (latitude) apalagi 464mm (longitude).

Solusi mungkin dicetak di kertas A1 yang berukuran 594mm x 841 mm. Terlalu besar kertasnya.

Sepertinya harus dicetak di digital printing dengan kertas custom saja.