Arsip Kategori: GIS

Vandermaelen (1827) Presqu’ile de Malacca. Oceanique no. 12

peta kuno tahun 1827 selat malaka, terlihat banyak pulau yang lari dan hilang, namun untuk hampir 200 tahun yang lalu, sangat keren lah … Silahkan download citra aslinya dari website David Rumsey.

Iklan

Notes on processing large files with GDAL — AJG-Develop

Context I have recently had a project where I was provided with a reasonable number of large aerial image files. These were 600-800MB each and there were 10-15 of them. I needed to cut out the area of interest (which covered some part of all of the images), mosaic the images into a single representation […]

via Notes on processing large files with GDAL — AJG-Develop

Microsoft Virtual Earth untuk Pekanbaru 2012-01-15

Pada zaman dahulu … Microsoft berbaik hati memberikan secara percuma citra satelit untuk kota Pekanbaru yang sepertinya diambil pada tanggal 15 Januari 2012. Pada saat itu terlihat stadion utama di Utara kampus UR masih dalam pengerjaan. Foto tersebut telah digantikan dengan foto / citra terbaru, yang sayangnya tidak bertanggal melainkan diberi rentang, seperti ini:

dan sepertinya merupakan citra satelit yang diambil tahun 2014. Nah, bagi Anda yang kolektor, dan mau menyimpan kenangan tampilan kota Pekanbaru tanggal 15 Januari 2012 tersebut, silahkan datang ke Kampus UIN Suska Riau, minta ke mahasiswa saya atau bisa saja langsung ke saya. Ukuran nya 300Megabyte, sudah dimontage/di-stich menjadi JPG tunggal.

Berikut GDALINFO untuk gambar tua tersebut:

gdalinfo "Microsoft VirtualEarth z19.jpg"
Driver: JPEG/JPEG JFIF
Files: Microsoft VirtualEarth z19.jpg
 Microsoft VirtualEarth z19.jpg.aux.xml
 Microsoft VirtualEarth z19.jgw
Size is 29729, 21312
Coordinate System is:
GEOGCS["WGS 84",
 DATUM["WGS_1984",
 SPHEROID["WGS 84",6378137,298.257223563,
 AUTHORITY["EPSG","7030"]],
 AUTHORITY["EPSG","6326"]],
 PRIMEM["Greenwich",0,
 AUTHORITY["EPSG","8901"]],
 UNIT["degree",0.01745329251994328,
 AUTHORITY["EPSG","9122"]],
 AUTHORITY["EPSG","4326"]]
Origin = (101.375884115695950,0.511167347431183)
Pixel Size = (0.000005364418030,-0.000005364418030)
Metadata:
 COMMENT=Created with SAS.Planet
 EXIF_GPSLatitude=(0) (27) (14.4)
 EXIF_GPSLatitudeRef=N
 EXIF_GPSLongitude=(101) (27) (20.24)
 EXIF_GPSLongitudeRef=E
 EXIF_GPSMapDatum=WGS-84
 EXIF_GPSVersionID=0x2 0x2 00 00
 PyramidResamplingType=NEAREST
Image Structure Metadata:
 COMPRESSION=JPEG
 INTERLEAVE=PIXEL
 SOURCE_COLOR_SPACE=YCbCr
Corner Coordinates:
Upper Left ( 101.3758841, 0.5111673) (101d22'33.18"E, 0d30'40.20"N)
Lower Left ( 101.3758841, 0.3968409) (101d22'33.18"E, 0d23'48.63"N)
Upper Right ( 101.5353629, 0.5111673) (101d32' 7.31"E, 0d30'40.20"N)
Lower Right ( 101.5353629, 0.3968409) (101d32' 7.31"E, 0d23'48.63"N)
Center ( 101.4556235, 0.4540041) (101d27'20.24"E, 0d27'14.41"N)
Band 1 Block=29729x1 Type=Byte, ColorInterp=Red
 Overviews: 14865x10656, 7433x5328, 3717x2664
 Image Structure Metadata:
 COMPRESSION=JPEG
Band 2 Block=29729x1 Type=Byte, ColorInterp=Green
 Overviews: 14865x10656, 7433x5328, 3717x2664
 Image Structure Metadata:
 COMPRESSION=JPEG
Band 3 Block=29729x1 Type=Byte, ColorInterp=Blue
 Overviews: 14865x10656, 7433x5328, 3717x2664
 Image Structure Metadata:
 COMPRESSION=JPEG

 

 

Terlihat ukuran nya adalah 29729×21312 pixel, jadi cukup besar tapi ngga besar banget … karena cakupan nya (lihat di extent nya / Corner Coordinates nya), hanya sebahagian kecil kota Pekanbaru saja, seperti terlihat di bawah ini …

Microsoft VirtualEarth z14

Resolusi gambar sudah sangat sempurna, sekitar 60cm per pixel, perhitungan ecek ecek saya seperti ini (dalam meter).. angka 111361,52394697778880823075590439 adalah angka ajaib faktor pengali meter per derjat untuk desa ranah singkuang UTM zona 47N

2018-06-27_01-58-41 resolusi.jpg

Angka 0,000005364418030 diambil dari Pixel Size dari GDALINFO

Pixel Size = (0.000005364418030,-0.000005364418030)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

NASA Black Marble as addition layer of Blue Marble with QGIS3

 

QGIS 3 is The World best cartography software IMHO, AFAIK, and one of the most amazing features in QGIS 3 is layer blending of XYZ tiles whose we’ve been grab from Internet (for free).

If you have QGIS 3 and willing to spare your time about 5 minutes, you may follow this guide.

Add 2 XYZ layer on your QGIS 3, as seen from following pics:

2018-06-05_23-29-59 QGIS3 XYZ add new layer

2018-06-05_23-31-42 Blue Marble Amazon.jpg

2018-06-05_23-32-59 Cesium Blackmarble.jpg

I think max zoom level for both of connections are 8.

If you can’t see clearly through those pics, see my gist … Copy-Paste it…

After adding those connections, simply add both of them into QGIS by double-click them respectively. Arrange layer into similar to this-following-pic: 2018-06-05_23-38-01 daftar layer.jpg

which is: Black Marble on top of Blue Marble.

Double-click Black Marble, change its layer style … it’s gaya in Bahasa. If you LOCALES is not in Bahasa, please adjust or see something similar to this pic:

2018-06-05_23-42-47 gaya.jpg

Change layer blending mode into Addition. This is the key action here. Voila … your Black Marble now glowing on top of blue marble like my own map …

If you want to download my full screen map, follow this link. Thank you Google Apps for Education (GAFE) for unlimited quota for me… #Snowden.

 

 

Leaflet removeEventListener vs off

malam ini begadang ngoprek Leaflet, dan menemukan plugin yang bagus untuk menampilkan koordinat mouse, yaitu leaflet.mouseCoordinate. Sayangnya, karena plugin ini menampilkan koordinat mouse selalu, kita jadi tidak bisa meng-copy koordinat yang diinginkan, karena ternyata kalau kita lihat kodingannya, ada event handling yang dilakukan plugin ini, pada saat map.on(“mousemove” …

map.on("mousemove", this._update, this);

Arti kode di atas adalah, pada saat mouse bergerak, jalankan fungsi _update pada plugin tersebut.

Nah, saya ingin membatalkan event ini dengan membuat sebuah Marker. Nanti, pada saat marker bergerak (di drag), barulah koordinat diubah, sedangkan kalau tidak, koordinat tidak diubah, dengan seperti ini, kita bisa menangkap koordinat yang ditunjukkan oleh marker.

 

var tengah = new L.LatLng(0.5,101);
var myMarker = new L.marker(tengah,{draggable:true});
myMarker.addTo(map);

 

nah, untuk membatalkan event, tadi pada mulanya, dengan bodohnya saya melakukan event.stopPropagation();  JALAN SIH … tapi menampilkan banyak error di konsol.

Saya coba dengan menggunakan map.removeEventListener, namun tidak sukses…

 

TERNYATA, di leaflet ada fungsi yang LEBIH TEPAT dalam membatalkan event oleh plugin lain, yaitu dengan fungsi map.off

 

 

 

วิธีเพิ่มแผนที่ Google Maps ในโปรแกรม QGIS 3-Girona

cara nambahin ubin dari Google menggunakan XYZ Tiles (ini TA nya Anita Hasibuan nih …)

GIS mania by GISTNU

มีหลายๆ ท่านคงเจอปัญหาเดียวกันกับผม ว่าจะทำอย่างไรดีถึงเรียกเอา map service จาก Google Maps มาใส่ใน QGIS 3 (Girona) ได้ ซึ่งน่าเสียดายมากเลยครับเพราะว่า QGIS 2 นั้นสามารถเรียกผ่านจากปลั๊กอินได้เลย อาทิเช่น OpenLayers Plugin, QuickMapServices,  AusMap เป็นต้น เหตุที่เป็นเช่นนี้อาจจะเป็นผลมาจาก QGIS 3 ได้มีการปรับเปลี่ยนการพัฒนาปลั๊กอินโดยใช้ Python3 แทน

Lihat pos aslinya 101 kata lagi

JavaScript di WebGIS untuk koordinat

Sebuah website pemerintah, ada yang membutuhkan 20MB dahulu untuk menampilkan javascript koordinat polygon nya. Ini sangat tidak bijak, karena dibutuhkan waktu yang cukup lama bagi pengguna untuk download JavaScript sebesar itu :(.loketpeta javascript 20MB.jpg

Berita baiknya adalah kalau dibuat statik sehingga dapat dicache oleh browser, sehingga tidak seperti web di sebuah kampus WCU yang javascript nya dibuat expire juga 😦 doh 😦

Sebenarnya ada banyak cara untuk mengurangi ukuran javascript, yang paling hebat sepengatahuan saya adalah Microsoft Point Compression Algorithm, https://msdn.microsoft.com/en-us/library/jj158958.aspx

CMIIW, colek mi if ai wrong

 

Analyzing Pedestrian Accessibility Using QGIS and OpenStreetMaps Data

tag TODO …

Ricky Maps

Current transportation planning practices are shifting toward a focus on accessibility – the ease in which a person can reach destinations given the available transportation network – for all modes of transportation including walking, bicycling, and using public transit. This article will explain different methods of measuring accessibility and how to adapt those methods for pedestrian travel. Much previous work on the subject suggests that you need to buy expensive data and software packages like ArcGIS Network Analyst Extension, but free open-source options can provide a suitable alternative. The article will conclude with a walkthrough of using QGIS with data from OpenStreetMaps (OSM) to calculate pedestrian accessibility, using the example of accessibility to restaurants for buildings in the Capitol Complex of St. Paul, Minnesota where I currently work.

Background

What is accessibility?

“Transportation researchers generally refer to accessibility as a measurement of the spatial distribution of activities about a point…

Lihat pos aslinya 4.908 kata lagi