Arsip Kategori: Remote Sensing

Unand tampak dari ESRI WorldImagery

Sudah lama ndak ke Unand (Universitas Andalas), terakhir wisuda adek nomer 3 yang sekarang di BPK Sumsel, sebelumnya lagi saat wisuda nomer 2. Jujur, ada ke-cemburuan saat melihat hijaunya dan rimbun-nya pepohonan di kampus unand. BTW, jika ada yang ingin mendownload atau copy citra true-color udaranya (ukuran 15361×8640 pixels) 45MB, sila download dari Google Drive saya atau copy via flashdrive/thumbdrive/TF.2017-12-18_01-15-31 ukuran.jpg

Buat dibandingkan, saya juga punya foto satelit UI tahun 2007 (saya download pake CURL satu satu ubinnya sekitar tahun 2007, fotonya sepertinya beberapa tahun sebelumnya), 16.8 MB

Atau, kalau mau yang versi “terbaru” nya, UI ESRI WorldImagery v20171217.jpg 192 MB. Cukup lama untuk di download dan apalagi kalau saya upload ke Google Drive :D.

Versi 2017 sudah ter GeoReferenced, sehingga dapat dibuka di software GIS dan sudah “presisi” koordinatnya. Presisi tergantung presisi ESRI nya sih 😀

Versi 2007 ada 1 ubin yang missing ternyata, dan itu TIDAK GW SADARI HINGGA BEBERAPA HARI YANG LALU, solusinya saya timpa dengan ubin yang sama di atasnya. (maaf)

Kalau ketemu saya, minta saja, nanti saya kasih … bawa flashdisk … saya tidak pake SMADAK

Iklan

Membuat MBTiles dengan SAS.Planet

sebenarnya ada banyak software yang bisa membuat MBTiles, tapi yang paling simple menurut saya adalah SAS.Planet. Anda hanya cukup membuat seleksi, lalu pilih bagian export, pilih export ke MBTiles, PASTIKAN CENTANG XYZ NYA TIDAK DICENTANG, karena akan membuat TMS yang tidak didukung Leaflet

Nyolong Ubin Google Earth Pro

GEP dibandingkan SAS Planet punya kelebihan, yaitu kita bisa tahu tanggal berapa citra satelit tersebut. Namun, GEP tidak mendukung export gambar dengan koordinatnya. Artinya, kalau kita simpan gambar dari GEP, maka kita butuh untuk men-geo-referencing-nya sendiri. Pekerjaan ini sedikit merepotkan, tapi tidak ada salahnya dicoba.

 

Pertama, load dahulu citra ubin. Perhatikan di pojok bawah ada tulisan Imagery Date, dan Eye Altitude. Eye Altitude ini penting jika Anda akan membuat beberapa gambar yang akan di-stich kembali menjadi sebuah gambar.

 

2017-12-05_16-35-26 Google Earth Pro.png

Tambahkan Polygon

2017-12-05_16-35-42 add polygon.jpg

Lalu klik di 4 titik persegi2017-12-05_16-36-47 drag.jpg

Ubah Style Color menjadi HANYA outlined saja … sehingga polygon kita hanya punya garis luar tanpa isi.

 

Save gambar kita dari menu File –> Save –> Save Image

2017-12-05_16-38-10 file - save - save image.jpg

Hide All image options …

2017-12-05_16-38-35 map options hide all.jpg

Maksimumkan resolusi

2017-12-05_16-38-45 resolution max.jpg

Simpan

 

 

Nah, kembali ke polygon kita tadi, klik kanan simpan HARUS DALAM KML, bukan KMZ (kemzi, default)

2017-12-05_16-39-36 polygon save place as

 

2017-12-05_16-39-54 change save as from kmz into kml.jpg

Load KML kita ke QGIS

 

2017-12-05_16-42-18 load kml with qgis.jpg

 

 

Sekarang aktifkan opsi PENGUNCI atau snapping (in English). INI PENTING.

 

2017-12-05_16-45-16 snapping option.jpg

 

Hidupkan snap ke All visible layers, pilih verteks (titik saja), TOLERANSI 20 piksel

2017-12-05_16-45-35.jpg

Buka GeoReferencer

 

2017-12-05_16-43-26.jpg

Load gambar hasil GEP tadi ke GeoReferencer

Jika ditanya CRS, gunakan default WGS 84 EPSG:43262017-12-05_16-44-19 pick wgs84 epsg4326.jpg

Nah, selanjutnya zoom ke 4 titik ujung polygon kita yang ada di gambar hasil GEP. Tambahkan titik GCP, jika ditanya koordinat, klik saja tombol dari peta qgis, pilih titik yang sesuai dengan titik GCP sekarang. Lakukan untuk ke empat titiknya.

 

Untuk berikutnya, pengaturan transformasi, gunakan Proyektif, target biarkan tetap dulu sama CRS nya. Saya melihat ada bugs di QGIS kalau mengganti CRS di sini. Lebih baik Anda gunakan menu warp dari raster. Biar kerja dua kali asal benar daripada otomatis di warp, eh malah error.

2017-12-05_16-50-52.jpg

Setelah di OK, seharusnya sekarang 4 titik GCP kita akan memiliki nilai error yang sangat kecil, sekitar 10pangkat -8.

 

Nah, jalankan georeferencing. Gambar akan terlihat di QGIS.

Sekarang, giliran memotong gambar dari Google untuk membuang sampah kotak polygon kita. Gunakan menu Raster –> Ekstraksi –> Pemotong

2017-12-05_16-52-40.jpg

Pada dialog, pilih tempat Anda akan menyimpan hasil clipping / pemotongan.

 

2017-12-05_16-53-43.jpg

dan jangan lupa untuk drag di dalam batas polygon, sehingga hanya gambar saja yang ada, tidak ada lagi sampah polygon kita.
DONE!

Job Well Done!

 

 

 

Awan dan Indraja

Penginderaan Jauh (Indraja) atau bahasa ocu-nya, remote sensing, paling bete kalo ketemu awan.

Dan tahukah Anda apa yang lebih bete lagi setelah itu? setelah melakukan filter terhadap citra Sentinel 2 untuk kota Pekanbaru yang memang sering tertutup awan, cuma ada satu gambar semenjak 2016 yang layak untuk perhitungan, yaitu yang diambil tanggal 2017-04-04, atau linknya sebagai berikut:

http://sentinel-s2-l1c.s3-website.eu-central-1.amazonaws.com/#tiles/47/N/QA/2017/4/4/0/

dan itupun 41 persen tertutup awan :((

<CLOUDY_PIXEL_PERCENTAGE>40.9111</CLOUDY_PIXEL_PERCENTAGE>

Kalau Anda berminat indraja Pekanbaru, sila cari-cari di sini,

http://satcat.eoproc.com/cat-01/dev-online.html?&config=aws-01

lalu kalau suatu nanti nemu citra yang bagus, harap hubungi saya, kamp**@gmail.com