Arsip Kategori: QGIS

Download ubin dan montage lalu georeferencer dengan script ini

Terkadang, citra satelit matamata dari satelit luar negeri lebih baik dari hasil foto udara. Namun, bagi sebahagian orang, lebih suka kalau citra ubin tersebut digabung menjadi satu, sehingga dapat digunakan sebagai basemap (petadasar) di QGIS atau ArcGIS.

Sebenarnya, banyak cara untuk menampilkan ubin itu ke QGIS atau ArcGIS, namun dengan mengunduhnya terlebih dahulu dan mengabungkannya (montage), ada pula kelebihannya, terutama kalau kampus Anda punya koneksi internet parah (karena kampus memang ditaroh di ujung kota).

Permasalahan yang dihadapi setelah digabungkan adalah tidak tahu koordinat gambar tersebut. Nah, disinilah guna script ini.

Script ini berguna untuk membuat berkas .points tersebut, sehingga nantinya dapat Anda gunakan pada plugin Georeferencer di QGIS. Anda hanya butuh dua titik koordinat ubin, yang dapat Anda ketahui dari debug layer pada link berikut:

https://sifsuska.github.io/tile-download-and-montage-generator/uin.html

Setelah dapat pasangan koordinat ubin x, y,  dan zoom level, z, baru generate .points, batch wget dan perintah untuk menggabungkan ubin tersebut dengan ImageMagick montage.

Yang anda butuhkan adalah wget.exe (untuk unduh berkas ubin), saya suka ini karena bisa saveas otomatis. Anda bisa menggunakan download manager lain, kalau Anda suka.

Downloadlah semua ubinnya terlebih dahulu, lalu gunakan montage.exe dari ImageMagick untuk menggabungkan ubin

sehingga terdapat satu gambar besar hasil gabungan semua ubin

nah, gunakan hasil script ini untuk membuat file .points

Sesuaikan nama file tersebut dengan nama hasil montage Anda, sehingga begitu di

QGIS + plugin: Georeferencer (otomatis terinstall, tapi belum di enable secara default)

Anda akan lebih gampang meng-geo-referencingkan.

Beberapa hal penting untuk Anda ketahui:

Google menggunakan EPSG:3857 atau lebih dikenal dengan WGS 84 / Pseudo Mercator

Lebih baik gambar hasil georeferencing cukup dibuatkan file *.WLD nya saja (create world file),

nanti setelah di-load ke QGIS, Anda masih ditanya EPSG, masukkan 3857,

Nah, dari menu raster di QGIS, baru di warp raster Anda ke EPSG lain, sesuai kebutuhan Anda (misalnya untuk Pekanbaru adalah UTM Zona 47N, EPSG:32647)

Sebenarnya, file world dapat dibuat otomatis oleh script ini, kalau Anda tahu perhitungan 6 barisnya, namun, saya lebih suka menggunakan Georeferencer (plugin di QGIS), karena lebih presisi saja.

Source code dapat Anda lihat di GitHub, karena semuanya saya host di Github, agar bisa dikeroyokin rame-rame.

oh, iya, lupa …

Script nya di sini:

https://sifsuska.github.io/tile-download-and-montage-generator/

QGIS OpenLayers Plugin

Kali ini kita akan bermain-main dengan QGIS OpenLayers Plugin, yang dapat menambahkan beberapa peta dari beberapa penyedia, seperti Google Maps, Microsoft Bing Aerial (untuk citra satelit), Microsoft Bing Road (untuk jalan), OSM, MapQuest, dan Apple Maps.

menu.png

Jika Anda telah menambahkan plugin tersebut ke QGIS Anda, maka akan ada menu seperti terlihat di atas. Dengan memilih salah satu pilihan menunya, Anda dapat nemanbahkan sebuah layer raster yang berisi peta dari masing-masing provider tersebut di atas layer yang sedang aktif (bukan di bawah). Akibatnya, terkadang Anda harus menggeser kembali urutan layer agar lapisan peta ini tidak menutupi peta yang Anda telah buat sebelumnya.

Setelah layer ditambahkan, Anda dapat simpan hasil tampilannya ke gambar, jangan ke format *.qgis, tapi ke gambar melalui menu Project -> Save as Image…save as image.png

Pilihan Save as Image… akan menyimpan tampilan QGIS sekarang ke sebuah berkas gambar berformat PNG dengan diikuti file WORLD nya.

hasil.png

Nah, disinilah power QGIS.

File World itu disimpan dengan nama *.pngw, seperti terlihat pada gambar di atas.

File ini menyimpan posisi gambar tersebut pada peta dunia, NAMUN TIDAK EPSG nya. Untuk menambahkan kembali gambar atau citra raster tersebut ke QGIS, Anda harus memilih EPSG 3857, yang lebih terkenal dengan sebutan WGS 84 / Pseudo Mercator, atau kalau Anda mengerti, berikut ini CRS nya:

+proj=merc +a=6378137 +b=6378137 +lat_ts=0.0 +lon_0=0.0 +x_0=0.0 +y_0=0 +k=1.0 +units=m +nadgrids=@null +wktext +no_defs

 

Jika citra tersebut telah Anda simpan dan Anda load kembali ke QGIS, Anda dapat kemudian mengolahnya untuk dijadikan kembali vector dengan polygonize … insyaAllah akan kita bahas di lain waktu.

 

QGIS 2.12 Lyon

QGIS 2.12 2015-10-25_07-50-13

QGIS 2.12, dengan kode nama Lyon, telah dapat diunduh dan diinstal dari OSGeo4W, dan cukup membuat trauma saya saat update karena banyak sekali pesan error missing dll.

ippj-5.3.dll

Sebenarnya, cara yang lebih baik adalah meng-update ippj juga, namun saya lebih suka dengan cara keras.

Solusinya adalah “hard reset”, yaitu menghapus semua isi C:\OSGeo4W\ kemudian install kembali.

Padahal, isi folder tersebut sudah lebih dari 7 Giga.

Warning:

Ada kecenderungan mahasiswa (dan juga saya) untuk mencentang semua paket atau beberapa paket dengan OSGeo4W. Padahal, kebiasaan ini tidak baik, karena beberapa paket kadang membutuhkan paket yang lain, dan beberapa paket mungkin tidak kompatibel dengan data lama Anda. Jadi, HARAP HANYA INSTALL PAKET YANG ANDA BUTUHKAN, misalnya kalau hanya butuh QGIS, maka cukup install qgis saja, tanpa install yang lain

Nantinya, kalau masih ada pesan error missing dll, sila di jalankan kembali installer osgeo4w-nya dan cari nama library tersebut. contoh:

qca

qca.dll is missing from your computer.

Solusinya adalah cari lagi di osgeo4w dan install … ternyata memang belum di install …

centang paket qca-libs yang memang belum tercentang
centang paket qca-libs yang memang belum tercentang

Nah, setelah sukses menginstall berkas 600an kilo tersebut, jalankan kembali QGIS, dan Alhamdulillah, puji tuhan, jalan kembali …

WGS 84 / UTM Zone 47N

Salah satu alasan kenapa sebaiknya kita menggunakan CRS WGS 84 / UTM Zone 47N saat membuat peta Kota Pekanbaru adalah karena WGS 84 / UTM Zone 47N menggunakan satuan meter, dan tidaklah derajat, sebagaimana WGS 84 saja.

WGS 84 / UTM Zone 47N kode EPSG-nya adalah EPSG:32647.

Sila lihat bagaimana bentuk bumi jika diproyeksi dengan EPSG:32647 di bawah ini:

EPSG_32647

Nantinya, jika kita menggunakan EPSG:32647 tersebut, saat menghitung $area di QGIS, maka hasilnya adalah dalam meter persegi (square meters), dan $length akan berisi panjang length geometri pun dalam meter.

Jika masih menggunakan WGS 84 saja, maka semua perhitungan tersebut dalam derajat. Makanya, jangan heran saat Anda menghitung jalan yang sangat panjang, tetapi panjangnya hanya 0,7, itu bukan dalam mil, tetapi dalam derajat (jika menggunakan WGS 84, secara default)