Arsip Kategori: QGIS

QGIS Error on Clipping Raster

I got this error everytime I clip a raster after I upgrade my QGIS lately: ERROR 1: Currently GMT export only supports 1 band datasets.2017-12-20_22-00-53.jpg

Well, the solution is quite simple, just change GMT, default format from QGIS into GTiff. You have to click that pencil icon to let you edit the gdal_translate command. And everything is as expected. again, I hope 😀

Iklan

Pyramid a.k.a Overview

Jika Anda bekerja dengan RASTER yang besar dan ingin lebih ringan dalam bergerak di software GIS Anda, maka BUATLAH pyramid (ArcGIS) atau Overview (QGIS) nya. ArcGIS akan otomatis meminta saat Anda pertama kali membuka, tetapi QGIS tidak. Dengan overview ini, Anda dibuatkan bentuk thumbnail dari gambar Anda yang besar, sehingga nanti saat zoom in – zoom out akan menggunakan thumbnails tadi daripada image asli. Sayangnya, kelemahannya adalah ukuran Overview sendiri bahkan bisa lebih besar ukuran rasternya :D.

Kelurahan Simpang Baru

Ceritanya mau buat peta Kelurahan Simpang Baru format A3 citra satelit dari ESRI. Untuk ubinnya, dapat diunduh dari ESRI (save satu-satu kalau Anda maniak, atau gunakan SAS Planet). Kelebihan dari SAS Planet adalah memberikan berkas .kml dari hasil penggabungan ubin beserta world file dan semuanya, sehingga Anda akan dapat membuka berkas tersebut dengan mudah di QGIS.

Namun, yang jadi permasalahan adalah Anda biasanya Anda belum punya peta kelurahan. Untuk itu, sila download peta desa/keluarahan di Indonesia.

 

Pilih kelurahan dimaksud,

2017-12-10_03-02-17.jpg

 

2017-12-10_03-04-36 terpilih warna lebih terang.jpg

lalu jangan lupa save hanya fitur yang dipilih.

2017-12-10_03-05-22 klik kanan simpan sebagai.jpg

2017-12-10_03-06-05 centang simpan hanya fitur yang dipilih.jpg

 

 

Sekarang, Anda sudah memiliki sebuah berkas yang isinya hanya peta desa/kelurahan kita saja.

Nah, masih ada yang agak kurang dari peta kita, adalah agar fokus lebih ke kelurahan, maka sebaiknya ada sebuah shape yang bolong di tengah, sehingga shape tersebut jika nantinya kita beri style kabur, akan mengkaburkan gambar di luar daerah kelurahan kita, bagian yang bolong tadi.

Untuk membuat shape yang bolong di tengah, Anda bisa membuatnya di QGIS dari menu Vector –> Peralatan Geoprocessing –> Perbedaan Simetrik.

2017-12-10_03-09-17 perbedaan simetrik

Nah, yang sering salah adalah penafsiran kita di sini. Ada dua bagian yang penting di “Perbedaan Simetrik” ini, yaitu “Lapisan Masukan” dan “Lapisan Perbedaan”.

Sepertinya peng-Indonesiaan istilah QGIS di sini membuat saya sering salah arti dan membuat QGIS nya seperti error. Walaupun bisa saja Anda cuekkan, dan diulang lagi prosesnya.

“Lapisan Masukan” adalah lapisan pembolong.

sedangkan Lapisan Perbedaan adalah yang dibolongkan.

2017-12-10_03-11-34 contoh yang benar.jpg

Pada gambar, simpang_baru_dari_desa adalah shape kelurahan kita, sedangkan “Simpang Baru” adalah hasil export dari SAS Planet.

Terbalik, kan? Itulah Bahasa Indonesia nya … hehehehe

 

 

Sekarang Anda telah memiliki shape yang bolong di tengahnya … sehingga akan kita “isi” dengan gambar dari ESRI. Sila lihat “Featured Image” dari post ini untuk melihat hasilnya. Atau jika Anda memang ingin melihat kerjaan saya yang iseng saja (jangan dicaci maki di sini…) sila download dari Google Drive Saya

 

 

 

 

 

Download ubin dan montage lalu georeferencer dengan script ini

Terkadang, citra satelit matamata dari satelit luar negeri lebih baik dari hasil foto udara. Namun, bagi sebahagian orang, lebih suka kalau citra ubin tersebut digabung menjadi satu, sehingga dapat digunakan sebagai basemap (petadasar) di QGIS atau ArcGIS.

Sebenarnya, banyak cara untuk menampilkan ubin itu ke QGIS atau ArcGIS, namun dengan mengunduhnya terlebih dahulu dan mengabungkannya (montage), ada pula kelebihannya, terutama kalau kampus Anda punya koneksi internet parah (karena kampus memang ditaroh di ujung kota).

Permasalahan yang dihadapi setelah digabungkan adalah tidak tahu koordinat gambar tersebut. Nah, disinilah guna script ini.

Script ini berguna untuk membuat berkas .points tersebut, sehingga nantinya dapat Anda gunakan pada plugin Georeferencer di QGIS. Anda hanya butuh dua titik koordinat ubin, yang dapat Anda ketahui dari debug layer pada link berikut:

https://sifsuska.github.io/tile-download-and-montage-generator/uin.html

Setelah dapat pasangan koordinat ubin x, y,  dan zoom level, z, baru generate .points, batch wget dan perintah untuk menggabungkan ubin tersebut dengan ImageMagick montage.

Yang anda butuhkan adalah wget.exe (untuk unduh berkas ubin), saya suka ini karena bisa saveas otomatis. Anda bisa menggunakan download manager lain, kalau Anda suka.

Downloadlah semua ubinnya terlebih dahulu, lalu gunakan montage.exe dari ImageMagick untuk menggabungkan ubin

sehingga terdapat satu gambar besar hasil gabungan semua ubin

nah, gunakan hasil script ini untuk membuat file .points

Sesuaikan nama file tersebut dengan nama hasil montage Anda, sehingga begitu di

QGIS + plugin: Georeferencer (otomatis terinstall, tapi belum di enable secara default)

Anda akan lebih gampang meng-geo-referencingkan.

Beberapa hal penting untuk Anda ketahui:

Google menggunakan EPSG:3857 atau lebih dikenal dengan WGS 84 / Pseudo Mercator

Lebih baik gambar hasil georeferencing cukup dibuatkan file *.WLD nya saja (create world file),

nanti setelah di-load ke QGIS, Anda masih ditanya EPSG, masukkan 3857,

Nah, dari menu raster di QGIS, baru di warp raster Anda ke EPSG lain, sesuai kebutuhan Anda (misalnya untuk Pekanbaru adalah UTM Zona 47N, EPSG:32647)

Sebenarnya, file world dapat dibuat otomatis oleh script ini, kalau Anda tahu perhitungan 6 barisnya, namun, saya lebih suka menggunakan Georeferencer (plugin di QGIS), karena lebih presisi saja.

Source code dapat Anda lihat di GitHub, karena semuanya saya host di Github, agar bisa dikeroyokin rame-rame.

oh, iya, lupa …

Script nya di sini:

https://sifsuska.github.io/tile-download-and-montage-generator/

QGIS OpenLayers Plugin

Kali ini kita akan bermain-main dengan QGIS OpenLayers Plugin, yang dapat menambahkan beberapa peta dari beberapa penyedia, seperti Google Maps, Microsoft Bing Aerial (untuk citra satelit), Microsoft Bing Road (untuk jalan), OSM, MapQuest, dan Apple Maps.

menu.png

Jika Anda telah menambahkan plugin tersebut ke QGIS Anda, maka akan ada menu seperti terlihat di atas. Dengan memilih salah satu pilihan menunya, Anda dapat nemanbahkan sebuah layer raster yang berisi peta dari masing-masing provider tersebut di atas layer yang sedang aktif (bukan di bawah). Akibatnya, terkadang Anda harus menggeser kembali urutan layer agar lapisan peta ini tidak menutupi peta yang Anda telah buat sebelumnya.

Setelah layer ditambahkan, Anda dapat simpan hasil tampilannya ke gambar, jangan ke format *.qgis, tapi ke gambar melalui menu Project -> Save as Image…save as image.png

Pilihan Save as Image… akan menyimpan tampilan QGIS sekarang ke sebuah berkas gambar berformat PNG dengan diikuti file WORLD nya.

hasil.png

Nah, disinilah power QGIS.

File World itu disimpan dengan nama *.pngw, seperti terlihat pada gambar di atas.

File ini menyimpan posisi gambar tersebut pada peta dunia, NAMUN TIDAK EPSG nya. Untuk menambahkan kembali gambar atau citra raster tersebut ke QGIS, Anda harus memilih EPSG 3857, yang lebih terkenal dengan sebutan WGS 84 / Pseudo Mercator, atau kalau Anda mengerti, berikut ini CRS nya:

+proj=merc +a=6378137 +b=6378137 +lat_ts=0.0 +lon_0=0.0 +x_0=0.0 +y_0=0 +k=1.0 +units=m +nadgrids=@null +wktext +no_defs

 

Jika citra tersebut telah Anda simpan dan Anda load kembali ke QGIS, Anda dapat kemudian mengolahnya untuk dijadikan kembali vector dengan polygonize … insyaAllah akan kita bahas di lain waktu.