Arsip Kategori: WebGIS

DotMapper R+Leaflet

 

Anda punya data dalam point? Terbiasa dengan R? Sila download dan pelajari kode DotMapper di GitHub, lihat videonya di YouTube, atau download papernya

Smith, Catherine M., and Andrew C. Hayward. “DotMapper: An Open Source Tool for Creating Interactive Disease Point Maps.” BMC Infectious Diseases; London 16 (2016): n/a. doi:http://dx.doi.org/10.1186/s12879-016-1475-5.

 

 

Artikel dapat diunduh full text dari PNRI.

 

Iklan

Download ubin dan montage lalu georeferencer dengan script ini

Terkadang, citra satelit matamata dari satelit luar negeri lebih baik dari hasil foto udara. Namun, bagi sebahagian orang, lebih suka kalau citra ubin tersebut digabung menjadi satu, sehingga dapat digunakan sebagai basemap (petadasar) di QGIS atau ArcGIS.

Sebenarnya, banyak cara untuk menampilkan ubin itu ke QGIS atau ArcGIS, namun dengan mengunduhnya terlebih dahulu dan mengabungkannya (montage), ada pula kelebihannya, terutama kalau kampus Anda punya koneksi internet parah (karena kampus memang ditaroh di ujung kota).

Permasalahan yang dihadapi setelah digabungkan adalah tidak tahu koordinat gambar tersebut. Nah, disinilah guna script ini.

Script ini berguna untuk membuat berkas .points tersebut, sehingga nantinya dapat Anda gunakan pada plugin Georeferencer di QGIS. Anda hanya butuh dua titik koordinat ubin, yang dapat Anda ketahui dari debug layer pada link berikut:

https://sifsuska.github.io/tile-download-and-montage-generator/uin.html

Setelah dapat pasangan koordinat ubin x, y,  dan zoom level, z, baru generate .points, batch wget dan perintah untuk menggabungkan ubin tersebut dengan ImageMagick montage.

Yang anda butuhkan adalah wget.exe (untuk unduh berkas ubin), saya suka ini karena bisa saveas otomatis. Anda bisa menggunakan download manager lain, kalau Anda suka.

Downloadlah semua ubinnya terlebih dahulu, lalu gunakan montage.exe dari ImageMagick untuk menggabungkan ubin

sehingga terdapat satu gambar besar hasil gabungan semua ubin

nah, gunakan hasil script ini untuk membuat file .points

Sesuaikan nama file tersebut dengan nama hasil montage Anda, sehingga begitu di

QGIS + plugin: Georeferencer (otomatis terinstall, tapi belum di enable secara default)

Anda akan lebih gampang meng-geo-referencingkan.

Beberapa hal penting untuk Anda ketahui:

Google menggunakan EPSG:3857 atau lebih dikenal dengan WGS 84 / Pseudo Mercator

Lebih baik gambar hasil georeferencing cukup dibuatkan file *.WLD nya saja (create world file),

nanti setelah di-load ke QGIS, Anda masih ditanya EPSG, masukkan 3857,

Nah, dari menu raster di QGIS, baru di warp raster Anda ke EPSG lain, sesuai kebutuhan Anda (misalnya untuk Pekanbaru adalah UTM Zona 47N, EPSG:32647)

Sebenarnya, file world dapat dibuat otomatis oleh script ini, kalau Anda tahu perhitungan 6 barisnya, namun, saya lebih suka menggunakan Georeferencer (plugin di QGIS), karena lebih presisi saja.

Source code dapat Anda lihat di GitHub, karena semuanya saya host di Github, agar bisa dikeroyokin rame-rame.

oh, iya, lupa …

Script nya di sini:

https://sifsuska.github.io/tile-download-and-montage-generator/

Download ubin dari ESRI World_Imagery

Sebenarnya ini ilegal, tapi kadang kita butuh ubin dari ESRI, terutama World Imagery yang merupakan citra dari satelit. Untuk menjalankan ini, Anda butuh VBA (saya menggunakan Excel), butuh wget.exe untuk download filenya, dan butuh imagemagick untuk menyatukan ubin menjadi gambar yang utuh.

berikut GIST saya:

 

pada gist terlihat contoh bukittinggi,  dan hasilnya dapat dilihat di atas

Nah, yang jadi masalah buat mahasiswa saya adalah, bagaimana kita tahu koordinat dari titik yang mau diambil?

Anda bisa mengikuti TA mahasiswi bimbingan saya, Anita Pauziah Hasibuan, S.Kom, atau silahkan baca sendiri Slippy Hill Algorithm.

Nah, kalau tertarik mau melihat PoC (proof of concept) dapat melihat gist ini:

Atau, kalau ingin melihat RAW GIT kode di atas, sila ke sini:

https://cdn.rawgit.com/kampar/853e7da4afd2b002546548732bcb23d2/raw/c5551bc32bbd4fab7cd7f07c97daf32b82d1b69f/leaflet_coord.html

 

 

Akhirnya saya mengerti kenapa ESRI menggunakan Z Y X

setelah bermain-main dengan ImageMagick, akhirnya saya mengerti…

Default TileServer adalah ZXY, tetapi kenapa ESRI malah menggunakan ZYX? ternyata kalau kita gunakan ImageMagick untuk menggabungkan gambar, akan lebih mudah digabungkan kalau dia koordinatnya ZYX, bukan ZXY.

montage -mode concatenate -tile

Sila lihat hasil montage Indonesia level 5 berikut kalau default:

Kalau menggunakan ZYX: