Semua tulisan dari Muhammad Jazman

Born in small village, Penyasawan, 13 km East of Bangkinang, Capital of Kampar Regency, or 47km West of Pekanbaru, Capital of Riau Province, Indonesia. He traveled 300 km away from his family to pursue his high school education in SMU 1 Padang, the Capital City of West Sumatera Province, Indonesia. He then continue his tertiary education in Universitas Padjajaran (being accepted in Faculty of Medicine) but later next year he enrolled Computer Science in Universitas Indonesia, Depok, West Java. In 2008, He continue his study and pursuing Master of Information Systems from University of Wollongong, NSW, Australia. He is now a father of three lovely daughters and live in East Salo, Kampar, Riau. If you meet him, he can speak with you in English, Minang, Malay, Ocu, or Bahasa.

SAGA Channel Network and Drainage Basins

SAGA sebenarnya cukup mumpuni dalam pengolahan DEM. Beberapa hari ini saya sibuk mempelajari SAGA, jadi mohon maaf kalu agak kurang bagus, karena juga namanya orang baru belajar. Saya ingin sedikit sharing dengan pengalaman saya.

Splash screen saga

Terlalu lama menggunakan QGIS, akibatnya punya banyak SAGA

Cara tercepat membuka SAGA kalau Anda memiliki banyak versi QGIS, adalah dengan melalui start->run atau tombol Windows+R, lalu ketikkan ke path saga anda. Kenapa saya suka seperti ini? karena saya punya banyak versi QGIS, dan untuk saat ini versi QGIS nya adalah 3.8, dan saya install semua di drive D:, karena kalau install ulang ngga akan terhapus, tinggal dijalankan saja, karena mostly mereka portabel.

SRS/ CRS Harus sama

Tips lain adalah dengan melakukan warp ( reproject) dahulu raster kita dari WGS84 (EPSG:4326) menjadi UTM atau TM3, sehingga nanti kalau ada pengukuran atau spatial query dengan shp lain, tidak akan bermasalah dan lebih cepat. Termasuk di sini adalah SHP kita, sebaiknya di reproject ke SRS yang sama. Untuk kali ini saya menggunakan UTM Zona 47 Utara, EPSG:32647, karena mostly data saya ada di Kabupaten Kampar & Pekanbaru.

RAW is faster than compressed (deflate) GeoTIFF (via QGIS call saga_cmd)

Memproses GeoTIFF yang saya kompres agar lebih kecil ukurannya, sepertinya sering mengalami hal aneh. Memang kalau tidak dikompress, ukuran akan menjadi gila besarnya dan cepat menghabiskan space harddisk, tapi sepertinya kalau memang untuk processing, kita mengalah dulu. Nanti, begitu sudah selesai, baru hasil akhir dikompres.

Wilayah jangan gede-gede, cukup dikit-dikit aja dahulu

Sebaiknya, dicoba dulu dengan grid yang kecil, nanti baru kalau dirasa cukup, baru diperbesar (diperluas) grid kita. Saya mencoba meproses grid yang besar semalaman (laptop ditinggalin tidur) hanya untuk mengetahui bahwa ternyata parameter nya tidak bagus, dan mesti di ulang lagi. Tentu kalau saya uji di sample dulu (misalnya kita potong wilayah kecil saja dahulu), tentu akan lebih menghemat waktu.

QGIS version of SAGA vs “native” SAGA GUI

Nah, ini yang kadang bikin bingung dan sedih. Hasil olahan SAGA stand-alone yang dipanggil via saga_gui.exe, terkadang sedikit berbeda dengan hasil QGIS processing yang memanggil saga_cmd

SAGA Module vs Algorithm

Nah ini bikin nyesek. Algoritma Strahler Order yang dipanggil via Module Strahler Order entah kenapa berbeda dengan hasil algoritma tersebut jika dipanggil via modul lain, misalnya Channel Network and Drainage Basins. Kedua modul tersebut menghasilkan output grid yang sama, tetapi kok hasilnya beda, padahal inputnya kan sama. Asumsi saya adalah karena saya yang salah input. Mungkin.

QGIS Identification berbeda sedikit antara WGS84 dengan UTM

Nah, ini mungkin kesalahan GDAL? Atau apa? DEMNAS yang saya warp dari WGS84 ke UTM kok pada titik yang sama, saat saya identifikasi sedikit berbeda nilainya. Kalau nilainya sedikit tidak masalah, namun selisih 9 meter di daerah sekitar sungai saya rasa sangat menyedihkan.

Pertama kali lihat ini saja saya langsung curiga THERE MUST BE SOME THING WRONG dengan GDAL?

Nah, silahkan lihat hasil klik pada peta… ini SATU TITIK yang SAMA, tetapi kok bisa berbeda ketinggian nya ya …

UTM mengatakan bahwa tingginya 35m, sedangkan DEMNAS dari BIG mengatakan bahwa tingginya hanya 28m.

Wew, seharusnya gambarnya identik, kan? karena sumber sama, algoritma sama …? Ada yang tahu kenapa?

Iklan

MapServer Raster Color Ramp

Sudah lama saya tidak otak-atik MapServer, ternyata Raster nya mendukung Color Ramp.

Apa itu Color Ramp?

Color Ramp memungkinkan kita membuat dua warna yang berbeda: warna mula dan warna akhir. Nah, nantinya warna ini akan menjadi warna yang digunakan oleh MapServer menampilkan raster kita.

Berguna dalam DEM

Jika kita punya data DEM (Digital Elevation Model), default gambar yang ditampilkan adalah hitam-putih (greyscale) yang tentu membosankan. Agar citra raster DEM tadi lebih menarik, salah satu cara adalah dengan diwarnai. Silahkan lihat perbandingannya:

Berikut contoh petikan kode yang saya gunakan untuk mewarnai DEM tadi:

ColorRange formatnya adalah kode RGB warna awal lalu RGB warna akhir dari batas kita

Darimana dapat Angka -7 dan 91?

… itu dari statistik DEM kota Pekanbaru tadi, yaitu titik terendah adalah -7 dan ter-tinggi adalah 91m dari permukaan laut. Saya taunya setelah dibuka di QGIS.

MapServer vs QGIS

DEM yang sama di QGIS

Ya, ngga bisa dibandingkan lah, karena QGIS lebih banyak fitur untuk menampilkan peta yang bagus. Contohnya untuk data DEM yang sama, tapi di QGIS hasilnya kek gambar di atas. Di QGIS, ada fitur perwanaan Hillshading dan ada blending options, hampir semewah sotosop, sehingga lebih bagus hasil peta kita.

Buat yang ingin mendownload hasil QGIS, yang 300dpi, walaupun agak jelek (jelek karena saya hanya menggunakan DEM dari SRTM, bukan dari DEMNAS), sila ke Google Drive saya. Tenang, ngga dipassword dan ngga perlu follow IG saya …

https://drive.google.com/open?id=1fejidVvZI0lh1OgYX5BqhL8VM9D8tIlQ

Blending Options

Blending Options adalah fitur yang keren banget dalam pembuatan peta. Walaupun MapServer dukung dengan membuat COMPOSITE , setidaknya itu kata dokumentasinya, dan SIYALNYA SAYA TIDAK BISA, mungkin karena beda versi. Padahal, kalau bisa, saya ingin melakukan efek lighten, seperti yang saya buat dengan QGIS pada gambar di atas.

Di MapServer, saya hanya bisa menggunakan OPACITY , yaitu tingkat transparansi layer. Dengan Opacity 15, saya menghasilkan efek seperti pada gambar MapServer di Galeri perbandingan.

The COMPOSITE block is used to achieve blending effects with MapServer.
Some cartographic renderings benefit from the addition of advanced blending modes, as explained in detail in Blend
Modes. This functionality is essential for more pleasant renderings of raster hillshadings over vector surfaces. It is also useful for simulating different kinds of overprinting effects.

MapServer Documentation, Release 7.0.7, 4.1.4 COMPOSITE

Referensi

Mau tau lebih lanjut tentang Color Ramps, sila lihat wiki MapServer di Github, pada tautan berikut:

https://github.com/mapserver/mapserver/wiki/Color-Ramps/

[unsolved] qgis error IN gEOrEFERENCING

Sebenarnya ngga error sepenuhnya. Error hanya terjadi jika dilakukan liner transformation dan hanya untuk menghasilkan file WLD (WorldFile) saja. File WorldFile yang dihasilkan seharusnya benar, namun entah kenapa saat ditampilkan ke QGIS, malah posisinya tidak pas.

Namun, jika diubah ke proyektif, aman-aman jaya saja.

Kenapa Mesti Linear?

Linear Transformation hanya untuk menghasilkan file WLD, dan tidak harus menghasilkan citra/gambar baru. Ini bisa menjadi masalah jika gambar kita besar, maka akan terdapat dua buah gambar, gambar awal yang belum ter-geo-referencing dan gambar kedua hasil georefencingnya. Lihat gambar contoh di bawah ini.

Gambar awal hanya 4MB membengkak menjadi 82MB saat di-georeferencing, padahal sudah dikompres menggunakan algoritma LZW

Seharusnya file WLD dan AUX.XML sudah dapat digunakan untuk menampilkan gambar tersebut di QGIS. Selama ini Oke Oke Saja, namun entah kenapa kali ini error.

Hasil georeferencing pemnggunakan proyektif, benar dan tepat

Gambar di atas adalah gambar seharusnya. Sengaja ditransparanan sebentar untuk memperlihatkan akurasi peta klasik zaman Hindia Belanda.

Gambar kedua, di bawah ini, error, padahal file WLD nya benar

Barangkali ada yang pernah mengalama seperti saya ini?

Ada yang tahu?

DOwnload MODIS Terra NDVI 8hari indonesia

Setelah sibuk dikoding dari maghrib tadi … alhamdulillah selesai …

Namun, ternyata tanggal saya salah setting … 2016-11-27

https://drive.google.com/open?id=1sgeQNPltJnPqDzWxbl4FoYbNpqDYgevf

Hahahah .. tapi ndak apa apa .. barangkali ada yang mau koleksi citra NDVI Indonesia, barangkali mereka yang di dinas perkebunan atau pertanian atau kehutanan

Native resolution untuk M7 ini adalah mendekati skala 2juta (bagus untuk dicetak di peta 1:2jt)

Ukuran citra 11776 x 5120 pixel, jadi masih layak untuk dibuka di laptop jadul.

Apa itu NDVI?

NDVI penting untuk melihat apakah kebun kita sehat atau tidak. Semakin rimbun dedaunan, semakin tinggi (mendekati 1) NDVI nya. Kalau mau baca versi bahasa sumbar nya (dari web nya NASA):

Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) (rolling 8-day)Temporal coverage: 30 July 2016 – Present *View Dates

The MODIS Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) layer is a measure of the greenness and health of vegetation. The index is calculated based on how much red and near-infrared light is reflected by plant leaves. The index values range from -0.2 to 1 where higher values (0.3 to 1) indicate areas covered by green, leafy vegetation and lower values (0 to 0.3) indicate areas where there is little or no vegetation. Areas with a lot of green leaf growth, indicates the presence of chlorophyll which reflects more infrared light and less visible light, are depicted in dark green colors, areas with some green leaf growth are in light greens, and areas with little to no vegetation growth are depicted in tan colors.

The MODIS rolling 8-day NDVI layer is available as a near real-time, rolling 8-day product (MOD13Q4N) from from the Terra satellite. It is created from a rolling 8-day land surface reflectance product, MOD09Q1N. The sensor resolution is 250 m, imagery resolution is 250 m, and the temporal resolution is an 8-day product which is updated daily.

References: NASA Earth Observatory – Measuring VegetationNASA Earthdata – New Vegetation Indices and Surface Reflectance Products Available from LANCENASA NEO – Vegetation Index

Download MODIS Terra Chlorophyll A untuk Indonesia

Silahkan #download #citrasatelit #MODIS #klorofil untuk Indonesia tanggal 27 dan 28 Juli 2019

https://drive.google.com/drive/folders/1REDq36q9cYWTt8vJ3QceF91TZbxsRmRo?usp=sharing

Gambar sudah saya georeferencing, sehingga bisa langsung dibuka di #ArcGIS dan atau #QGIS

Nah, berhubung ini citra satelit, terkadang kita terkendala awan. Kendala lain adalah diluar swath satelit. Di gambar terlihat putih, karena NO DATA.

swathe /swO;T, swQT/ (chiefly N. Amer. also swath /sweID/)
· n. (pl. swathes or swaths /swO;Ts, swO;Ds, swQTs/)
1 a row or line of grass, corn, etc. as it falls when mown or reaped.
2 a broad strip or area: vast swathes of countryside.
– PHRASES cut a swathe through pass through (an area) causing destruction or upheaval. cut a wide swathe N. Amer. attract much attention.
– ORIGIN OE swæth, swathu ‘track, trace’, of W. Gmc origin.

Pentingnya Klorofil A

Klorofil A biasanya menunjukkan fitoplankton di laut, sehingga seharusnya, jika banyak plankton, maka spongbob eh petrik eh ikan juga akan banyak, karena mereka memakan plankton. Dengan ini, nelayan jadi tau ke mana harus melaut … well, nelayan yang ngerti RemoteSensing 😀

Download BlueMarble NG

BluemarbleNextGeneration adalah versi baru dari BlueMarble.

BlueMarble lama, “hanya” lah hasil penggabungan data 4 bulan MODIS, dan memiliki level detail 1 kilometer persegi per pixel.

BlueMarbleNextGeneration (ini NASA ngikut ngikut UI bikin siak NG), merupakan komposisi data setahun, dan memiliki resolusi spasial 500 meter per pixel.

Eh, kalau mau baca versi resminya, ke web nya Nasa saja, ya …

https://visibleearth.nasa.gov/view.php?id=74117

Nah, di sana, Anda tinggal dowload. Ada dua versi, Anda tidak perlu download semua. Versi JPG cocok untuk kebutuhan sehari-hari, lebih kecil namun sedikit lossless (ada detail yang hilang). Versi PNG kalau Anda niat mau membuat produk seperti digital printing dsb. Warning: file nya guedde!

WARNING: file nya gede, jadi jangan langsung dibuka, tapi klik kanan, save-as!

Nah, yang agak kurang dari file ini adalah tidak ada file WORLD nya dan AUX nya. Sehingga, kalau dibuka di QGIS atau ArcGIS, belum ter-geo-referencing.

Nah, sebenarnya, kalau Anda mengikuti tulisan saya, Anda pasti bisa buat sendiri WORLDFILE dan AUXILIARYFILE nya.

Tapi, buat yang malas bikin sendiri, dapat download dari google drive saya.

https://drive.google.com/open?id=1Wr8Wp3-K2-SPijMy1YCj-e5af6ZSnAhT

Tampilan BlueMarble pas posisinya dengan layer continent di ArcMap

Cara Agar BlueMarbleNG tampil di QGIS:

  1. Download citra JPG blue marble next generation resolusi 8 km di sini https://eoimages.gsfc.nasa.gov/images/imagerecords/74000/74117/world.200408.3x5400x2700.jpg
  2. Download file World nya di sini:
    https://drive.google.com/open?id=1GQ5YuyezdJFtTutfBUr5ljzREh9aKMI1
  3. Download file AUXILIARY nya di sini:
    https://drive.google.com/open?id=1IZGk6aG34WyiOV1Hrs7PL-I_T1hIMcd4
  4. Pastikan ketiga file itu terdapat pada folder yang sama
  5. Buka file JPG nya ke QGIS
Tampilan Blue Marble di QGIS

Administratieve indeeling Oostkust van Sumatra dan Sumatra’s Westkust

Ada yang menarik dari peta tua milik tentara amerika, yaitu pembagian wilayah politik zaman Hindia Belanda. Bangkinang, merupakan sub-division atau onderafdeeling dari Afdeeling Limapoeloeh Kota, Residency. Sedangkan Kampar Kiri merupakan sub-division atau onderafdeeling dari Afdeeling Bengkalis, yang masuk ke Residency Ooskust van Sumatra (pantai timur sumatra)

Google Translate

Sumatra’s Westkust atau pantai barat sumatra adalah sebuah residentie yang sekarang menjadi provinsi Sumatera Barat, atau orang Jakarta bilang Padang.

Namun, kalau tidak salah, Kampar Kiri dan Kampar Kanan digabung menjadi kabupaten Kampar dan masuk ke sumatera tengah (?)

Ada yang tahu sejarahnya? saya agak ragu di sini … karena selama ini saya merasa Kampar dan Sumbar itu beda provinsi … ternyata pernah masuk bagian sumbar? eh?

blank.png sebagai pengganti error 404 tile

Nah, jika Anda tahu apa itu WebGIS, web-based GIS, maka Anda seharusnya tahu dengan TileServer, yaitu pelayan ubin (tile), yang memberikan citra raster webgis kita. Contoh tile server yang terkenal yang seharusnya bisa dipastikan pernah Anda gunakan adalah Google Map.

Nah, terkadang citra Google Map tidak sesuai dengan keinginan kita, misalnya gambarnya outdated atau kurang bagus atau memang ada yang mau kita tambah.

Untuk memberikan informasi tambahan, kita bisa membuat tile server sendiri, sehingga bisa menggantikan gambar Google Map. Contoh adalah gambar dron tanggal yang beresolusi 3cm per pixel, tentu lebih baik dan lebih jelas dari citra satelit mata-mata DG, yang beresolusi 30cm per pixel.

Nah, di sinilah kita perlu membuat layanan ubin sendiri (tileserver).

Kita bisa membuat tile server sendiri menggunakan MapServer ataupun GeoServer. Atau, kalau pun mau sedikit rempong, buat sendiri semua tile nya, menjadi beberapa ratus atau ribu atau ratus ribu gambar kecil, upload ke web server (server hostingan).

Nah, sedikit trik dari saya, terkadang kita kan membuat hanya sebahagian kecil dari dunia. Ngga mungkin kita membuat seluruh tile untuk seluruh dunia seperti servernya Google atau Esri atau MicrosoftVirtualEarth.

Kita cukup membuat sebahagian yang ingin kita tambal, nanti tambalan ini menutupi gambar ubin orang lain, gambarnya google, tanpa harus membuat ulang seluruh ubin.

Contoh “tile server” tambalan yang pernah saya demokan adalah di postingan saya sebelumnya:

lihat postingan sebelumnya, di mana ubin dari ESRI kita tutup dengan peta kita

Nah, yang jadi masalah adalah Leaflet ataupun GoogleMapsAPI ataupun OpenLayers terkadang meminta tile yang kita tidak punya, karena memang di luar dari extents (batas) dari tile yang kita buat.

Kalau file ubin yang diminta kita tidak buat, biasanya server memberikan ERROR 404 (File Not Found)

Sebenarnya tidak terlalu ngaruh, karena file 404 tidak ditampilkan di peta. Namun, tidak bagus saja keluar di konsol web atau di log server.

Nah, ada sedikit tips dari saya, yaitu membuat sebuah file transparan, lalu kalau ada yang request ubin yang diluar ubin kita, daripada kita bilang tidak ada (ERROR 404), lebih baik kita bilang saja ada, dan diberi dia gambar kosong.

Trik nya adalah dengan membuat sebuah gambar kosong (blank.png), dan menambahkan perintah ke file .htaccess kita

#.htaccess untuk mengganti error 404 (Not Found) menjadi 200 (OK)
# namun yang diberikan adalah file blank.png yang di-rename oleh server

RewriteEngine On

RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-f
RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-d

# tile yang tidak ada diberikan template blank saja daripada error 404
RewriteRule  ^(.*)\.png$ blank.png [L]
file .htaccess adalah direktif untuk mengatur apache server kita

Perintah ini adalah menghidupkan dulu mesin rewrite kita dari Apache (httpd, http daemon, penyedia layanan HTTP)

nah, kalau filenya tidak ada ( not -f, not file)

dan bukan pula sebuah direktori

lalu polanya adalah apapun lalu berakhiran dot png,

maka beri orang itu file blank.png

terserah apapun namanya tadi diminta oleh orang itu … tinggal di rename ulang oleh server.

Nah sekarang kita uji

buka sembarang URL dari tile server kita … yang tadinya error 404 karena memang ndak ada filenya, sekarang tidak lagi … diberikan gambar transparan, blank.png

uji tile server kita, masukkan sembarang, asalkan akhirannya adalah .png, maka tidak akan Error 404 lagi

keren kan …

Ndak ngarati awak da

Kamarilah balaja wak di kampus apak muah…

304 Not modified tapi zero byte

Ceritanya, tadi malam saya upload gambar agak banyak via FTP ke sebuah hosting gratisan. Nah, sudah kebijakan hosting gratisan tersebut sepertinya dia setiap beberapa detik memutuskan koneksi (kemungkinan settingan firewallnya agar tidak diabuse layanannya, kan gretongan.

Nah, pagi ini saya lihat ada beberapa gambar yang tidak muncul.

terlihat ada beberapa ubin yang tidak muncul

Verdict awal, kemungkinan karena koneksi donlot saya yang error, wajarlah, TILE SERVER biasanya pakai beberapa subdomain mirror untuk menyarukan koneksi, sedangkan punya saya ini kan gratisan. Solusi ini tinggal refresh halaman, dan voila, biasanya gambarnya muncul lagi … tapi … tapi … tapi …

verdict
· n.
1 a decision on an issue of fact in a civil or criminal case or an inquest.
2 an opinion or judgement.
– ORIGIN ME: from Anglo-Norman Fr. verdit, from OFr. veir ‘true’ (from L. verus) + dit (from L. dictum ‘saying’).

Oxford Concise Dictionary

Tapi … kali ini gambar tetap tidak muncul walaupun sudah di refresh berkali-kali ..

Wew… terpaksa buka konsol

Untuk mengetahui kenapa sebuah halaman bertingkah aneh, kita terpaksa investigasi halaman. Di Internet browser Anda, waterfox atau Mozilla Firefox tinggal klik kanan pencet Q

Klik kanan firefox eh waterfox Anda, pilih Inspect Element atau pencet keyboard huruf Q

Nah, setelah di refresh, keluar hal aneh seperti ini:

terlihat 304, namun 0 Byte dan cached

Dari konsol jaringan, terlihat kode HTTP 304. Namun, cache 0 Byte

HTTP 304

Kode 304 artinya Not Modified, artinya file yang telah kita download dari server beberapa waktu yang lalu, jika dibandingkan dengan apa yang ada di server sekarang MASIH SAMA, jadi tidak perlu untuk di download ulang.

Arti 304 itu juga adalah file itu masih file yang sama. Saya refresh berulang ulang akan tetap 304.

Kecuali clear cache … tapi itu topik lain dan ndak ada hubungan nya dulu dengan sekarang.

HTTP 304 dan bukan 404 (Not Found)

Karena kode nya 304 dan bukan 404, berarti file saya ada di server, berhasil upload, namun, ternyata file ini KORUP, dan hanya berukuran 0 byte. Besar kemungkinan adalah error saat saya upload tadi malam.

Kalau gagal di upload, maka error nya 404 (Not Found), artinya file nya memang tidak ada di server.

304 tapi zero byte, artinya file nya ada di server, namun karena sesuatu hal, gagal disimpan ( di update, sehingga ukurannya hanya 0 byte)

Hal ini sering terjadi di koneksi ftp, kalau tiba-tiba server reset.

terlihat beberapa file hanya zero byte

dan memang saat saya coba check lagi login ke server via FTP, terlihat untuk beberapa interval, terjadi ada sekitar dua file yang cuma 0 byte ukurannya di server.

FileZilla FTP Client

Nah inilah kelebihan dari FileZilla, kita bisa tahu file apa yang berbeda ukurannya antara server dan di komputer kita. Bahkan, juga otomatis di scroll secara sinkron saat kita jelajah file baik di server ataupun di komputer lokal.

hidupkan dua opsi di kanan … sehingga kita bisa lihat file yang berbeda dengan mudah

Nah, sekarang tinggal upload ulang file yang zero byte tadi …