Arsip Tag: QGIS

Demo pemecahan RBI 10ribu ke A3 skala 5ribu

Ceritanya, di kantor hanya ada printer A3. Anda butuh mencetak peta skala 5000, misalnya untuk Rencana Tata Ruang di QGIS.

Nah, berdasarkan pengalaman saya, RBI 10ribu terpaksa dipecah menjadi 4×3, yaitu 4 baris dan 3 kolom yang bisa masuk ke sebuah peta ukuran kertas A3 untuk dicetak.

Nah, dari QGIS, tinggal kita bagi saja batas (extents) dari RBI tadi menjadi 4baris3kolom, lalu masing-masing wilayah tinggal dibuatkan Atlasnya. Demo hasilnya dapat dilihat pada link Github Page saya…

https://kampar.github.io/0816-2317/

Github Page dengan Leaflet.JS

Anda mau lihat jeroannya, source code nya, bisa saja dari Github saya,

https://github.com/kampar/0816-2317


Iklan

RBI skala 10 ribu

Peta Rupa Bumi memiliki penomoran yang unik, dan saya belum menemukan kodingan untuk algoritmanya, yang seharusnya mudah untuk anak IT. Namun, dari standar SNI 6502.2-2010 Spesifikasi penyajian peta rupa bumi 25.000 Lampiran E, saya dapat menemukan sedikit klu, yaitu PDF nya diprotek.

PDF diprotek sangat bagus agar penggiat Geo jadi ketawa lucu karena ngga bisa copy-paste … hehehehe … kalau bisa ngeselin orang kenapa tidak? Namanya juga SENI … ngga air kan?

Ngga usah bahas protek dulu… bank saku memang lagi belajar untuk berbagi …

Kembali ke laptop…

Tadi malam ditelpon abangku yang PNS di PUPR, minta dibuatkan peta atlas skala 5000 untuk seluruh daerah Kabupaten Kampar … wew … bisa sih dengan QGIS Atlas, paling lama 10 menit buatnya, asalkan kita punya extents nya (batas petanya)

Makanya, saya perlu batas-batas peta itu …

Nah, kalau petanya kejar tayang, sih saya bisa bikin asal saja extent nya …Namun, karena ini untuk pemerintah, sebaiknya kita ngikut aturan dari SNI / BIG … sehinga nanti peta yang dihasilkan juga bisa di overlay ke peta RBI nya pemerintah.

Nah, itu tadi masalahnya …

RBI, memiliki penomoran berdasarkan skala peta skala 250 ribu, 4 digit.

Ditambahkan dua karakter lagi yaitu tanda minus dan sebuah nomor untuk menjadi peta skala 100ribu.

Peta 250k tadi dipecah menjadi 6 peta kecil skala 100k. luasan peta 250k adalah 1 derjat kali 1 setengah derjat,

atau 1 derjat x 1,5 derjat

atau 1 derjat x 1 derjat 30 detik …

Nah, masing-masing peta RBI 100k mewarisi penamaan induknya RBI250k, dengan angka 1 sampai 6, dimulai dari pojok kiri bawah ke kanan lalu ke atas.

Sudah bosan? Sabar dulu … masih banyak … plototin gambar di bawah ini sambil diminum itu kopi …

Peta RBI 100k tadi yang setengah derjat kali setengah derjat atau 30menit x 30menit nantinya kita pecah eh perjelas lagi dengan RBI 50k dengan luasan 15menit x 15 menit

Makanya RBI 100k dipecah menjadi 4 buah RBI 50k

Penamaan 50k mewarisi 100k ditambahkan bilangan 1 s/d 4 tergatung posisinya ..

RBI 50k dipecah lagi menjadi RBI25k, tentu karena sekalanya bulat, kita pecah 4 lagi … dengan luasan 7,5 menit x 7,5 menit

Pada RBI 50k sudah ada 6 nomor peta, yaitu 4 angka dari nomor 250k, tanda setrip / dash/ tidak diitung angka, lalu 1 angka dari nomor 100k nya, lalu 1 angka dari posisinya …

begitu terus hingga kita dapat RBI 10k … liat gambar di atas saja 😀 hehehehe

Nah …. kembali ke Kampar …

Kabupaten Kampar tidak benar-benar masuk ke sebuah RBI 250k …

Kabupaten kaya ini (seriously?) masuk ke dalam EMPAT RBI250k, mayoritas di nomor 0816.. lalu sedikit di 0815, lalu seiprit di 0817 dan 0716 .. wew …

om telolet om … dari mana dapat nomor ini … ? ya dari BIG lah … 😀

Nah, kita potong potong yuk, biar bisa dapat terus hingga RBI 10 ribu …

Nah, disitu enaknya QGIS2, ada fitur untuk buat kotak secara otomatis … dari menu Vektor -> Peralatan Penelitian –> Kotak Vektor

Dari menu kotak ini kita bisa membuat polygon dengan cepat

Grid Kampar RBI 10 000

Nah … setelah saya itung itung pakai spasial query … ada setidaknya 593 halaman nantinya atlas saya kalau HANYA pakai 10 ribu …

bijimana kalau 5000 … tentu4 kali lebih banyak …. wkwkwkwk (ketawa milenial dulu gw)

spatial query

Ya udah … itulah hebatnya QGIS … tinggal dibikin Atlasnya … dan …. gw lapar dah setengah satu malam …

QGIS QuickWKT cara cepat membuat fitur dengan WKT

Salah satu yang membuat saya terkagum dengan QGIS adalah fitur yang kita pilih dapat dicopy (Ctrl+C) lalu dipaste ke Notepad++ maka akan keluar WKT dari fitur tersebut. Nah, kebalikannya, Anda dapat membuat fitur dengan WKT tapi harus memasang plugin dulu, namanya QuickWKT. Dengan QuickWKT, kita bisa membuat fitur secara cepat, copy-paste dari teks WKT atau dari SQL atau sejenisnya.

Pada contoh berikut, saya ingin membuat garis bujur 110 timur, caranya dengan QuickWKT, tentu setelah diinstall, ada di menu Plugin –> QuickWKT –> QuickWKT

setelah di-install, QuickWKT membuat subemenu baru di Plugins

Nah, pada jendelanya, Anda bisa memilih dari template yang sudah ada. Pada contoh dibawah terlihat saya ingin membuat garis bujur 110 timur, mulai dari 15 lintang utara hingga 15 derjat lintang selatan.

Nah, Anda juga bahkan bisa bebas membuat layer terpisah ataupun data dari WKT tadi gabung ke layer yang lain. Anda dapat copy-paste layer dengan syarat adalah tombol pensil hidup, tanda layer dalam kondisi bisa diubah gemetry shape nya.

Atau, kalau Anda memberi nama layer yang sama di QuickWKT nya, otomatis fitur ditambahkan ke layer, dan bukan layer baru …

Nah … jangan lupa simpan layer Anda, karena default nya hanya ke memory, jika QGIS Crash (dan sering banget), maka layer Anda tidak hilang …

Mudah, kan make QGIS? Memang agak susah sih QGIS karena berbahasa Indonesia …

NASA WMTS Landsat

Buat yang iseng ingin liat-liatin bumi, silahkan gunakan layanan WMTS dari NASA berikut:


https://gibs.earthdata.nasa.gov/wmts/epsg3857/best/1.0.0/WMTSCapabilities.xml

Silahkan tambahkan ke QGIS Anda di bagian WMS/WMTS pada Browser. Nanti akan keluar banyak sekali layer yang bisa dimasukkan ke peta Anda … HATI HATI TERHADAP PETANYA … BISA SAJA ANDA KEWECHA DENGAN GAMBARNYA … SEPERTI SKRINSYOT BERIKUT:

Kok bisa negara jiran yang baru merdeka lebih terang dari sebuah provinsi yang kaya raya … minyak di atas (sawit) dan dibawah bumi,…

QGIS Composer Atlas Rename Map Scale

Salah satu fitur QGIS yang cukup ampuh adalah dalam membuat atlas. Selama ini saya tidak tahu bagaimana me-rename output keluaran atlas dengan skala petanya. Terkadang skala ini tidak sama, padahal skala berpengaruh banget untuk mengatur grid graticule.

Nah, caranya adalah setelah membuat sebuah Layout, di tab Atlas, centang Generate an Atlas (untuk membuat Atlas).

Nah, di bagian outputnya, masukkan expresi ini:

'Kec. '||  title( @atlas_pagename ) || '' || round( map_get(item_variables('peta'),'map_scale') ) || '' || @layout_pagewidth  || 'x' ||  @layout_pageheight 

Atau pakai Expression Builder boleh juga …

Nah, yang paling penting di sini adalah map_get dan item_variables

Nah, di layout, peta 1 atau map0 direname dulu menjadi peta,

Setelah di-rename, makanya kita bisa mendapatkan variabel skala dari peta tersebut dengan ekspresi fungsi berikut:

map_get(item_variables('peta'),'map_scale') 

Nah, sayangnya skalanya terlalu banyak angka di belakang koma, makanya kita bulatkan dengan fungsi round

round( map_get(item_variables('peta'),'map_scale') )


Ngambil peta jalan di Prov Riau dari OSM

Ceritanya, saya pengen bandingkan peta versi PU dengan versi OSM, untuk Prov Riau. AFAIK, tempat download yang cepat untuk data OSM se Indonesia adalah di Geofabrik.de. Sayangnya, di sini tidak bisa download per provinsi, padahal negara lain sudah bisa per state (negara bagian), sehingga lebih ringan downloadnya. Ngga gede banget sih … cuma 2.07Giga byte … seharusnya ngga lama … kecuali tadi ada FILE ACCESS ERROR … dan mesti ulang lagi dari 0, padahal sudah mau kelar tadinya …

Sebenarnya, bisa juga download pakai API via JOSM, dan nanti file OSM nya di export ke QGIS. Tapi memang lebih simpel dari GeoFabrik, tinggal donlot SHP nya yang sudah dizip.

Nah, untuk lebih menghemat kerja, jangan extract semuanya, karena gedung biasanya tidak Anda butuhkan, padahal itu yang menghabiskan banyak space di sini.total gedung.jpg

Well, dari 9 giga filenya, 8 giga adalah gedung … hahahaha

Ok … done extract hanya jalan nya saja dari file zip nya … lumayan hemat space 8 Giga, kan?

Nah … JANGAN LANGSUNG DI LOAD KE QGIS … FILENYA GUEDDE

solusi ala saya adalah saya buatkan dulu wilayah riau di QGIS … saya punya dari PEMILU API .. tetapi geometry file nya rusak .. terpaka di fix dulu oleh QGIS … gampang, via toolbox –> fix geometries

 

fix geom.jpg

Nah, baru di dissolve, atau bahasa manusianya di-lebur jadi satu saja prov riau nya …

 

Setelah di dissolve, saya simplify saja … sayangnya karena kita dalam derjat, maka ukuran simplify juga mintanya dalam derjat … nah .. ini kan bingung …

cara gampang itung konversi derjat ke meter adalah

satu derjat adalah 111 ribu …

nah … biar gampang, saya sederhanakan shape nya ke satu kilo saja … atau seribu meter,

1 dibagi 111 adalah 0,009 …

done

2018-12-19_03-15-32.jpg

nah … kalau sudah selesai … MATIKAN RENDER DI QGIS … INI PENTING

tombol render ada  pojok kanan bawah QGIS Anda … dekat CRS

yak matikan …

render matikan.jpg

Kenapa harus dimatikan ? karena kita akan memasukkan data yang sangat besar, sehingga akan memberatkan QGIS …

nah langkah selanjutnya adalah PASTIKAN LAGI RENDER NYA MATI

 

sip …

dah mati?

 

cek lagi ..

 

hehehehe …

 

sekarang baru load / drag-drop file SHP hasil extract dari Geofabrik tadi ke Qgis … cukup yang jalan nya saja … gis_osm_roads_free_1.shp

 

dua juta jalan di Indonesia.jpg

nah … setelah diload qgis … MATIKAN CENTANG LAYER NYA … biar ngga tampil dia … karena kalau tampil pasti berat lah menampilkan 2 juta fitur jalan …

nah … sekarang setelah dua duanya mati … rendering dan layer … baru kita lakukan spatial query …

gunakan Select by Location

2018-12-19_03-01-57 select by location.jpg

 

ambil jalan yang hanya di dalam file riau kita tadi … run … ada error panjang banget … cuekin aja …

nah nanti akan terlihat status kek gini di bawah QGIS nya …

2018-12-19_03-02-31 36 814 features selected.jpg

artinya, dari 2 juta jalan Indonesia di OSM, 36 ribu nya sedang terpilih sekarang …

nah … jika sudah terpilih, baru kita simpan yang terpilih tadi …

 

nyimpan layer masih nanya saya? Ya Allah!

klik kanan layer gis_osm_roads_free tadi, pilih export –> save selected features asexport selected.jpg

 

Nah … simpan sesuai keinginan Anda …

sekarang, kita sudah memiliki jalan di provinsi riau … versi OSM …

dikit kali?

ya … ngga banyak yang metain … kesadaran warga  di sini mungkin masih kurang .. hahaha …

done …

eh … kamu tau cara lain?

QGIS Error on Clipping Raster

I got this error everytime I clip a raster after I upgrade my QGIS lately: ERROR 1: Currently GMT export only supports 1 band datasets.2017-12-20_22-00-53.jpg

Well, the solution is quite simple, just change GMT, default format from QGIS into GTiff. You have to click that pencil icon to let you edit the gdal_translate command. And everything is as expected. again, I hope 😀

Pyramid a.k.a Overview

Jika Anda bekerja dengan RASTER yang besar dan ingin lebih ringan dalam bergerak di software GIS Anda, maka BUATLAH pyramid (ArcGIS) atau Overview (QGIS) nya. ArcGIS akan otomatis meminta saat Anda pertama kali membuka, tetapi QGIS tidak. Dengan overview ini, Anda dibuatkan bentuk thumbnail dari gambar Anda yang besar, sehingga nanti saat zoom in – zoom out akan menggunakan thumbnails tadi daripada image asli. Sayangnya, kelemahannya adalah ukuran Overview sendiri bahkan bisa lebih besar ukuran rasternya :D.

QGIS failed to print large raster on A0

This annoying thing happens every-time I make a print-composer of a huge raster image into an A0 sized paper. It’s seems okay if I print it on A3 sized paper, but ALWAYS failed in A0. Folks in stackexchange suggested to print it into PDF (but no good, never, only empty A0 sized PDF file), or export it into image (QGIS only print ALL PRINT-COMPOSER ELEMENTS BUT NO RASTER IMAGE) and ALL of those “suggested” solution showing me error code like these:

 

2017-12-16_02-58-50 QGIS failed to print A0.jpg

2017-12-16_03-03-30.jpg

 

 

on every single try … f**k.