Arsip Tag: QGIS

QGIS WMS Sentinel HUB

Lanjutan tulisan sebelumnya. Nah, di QGSI, kita dapat menambahkan semua gambar yang sudah diproses oleh Sentinel Hub melalui WMS. (Jadi ingat mahasiswi saya yang sedang s2 di taiwan)

Terlihat ada banyak layer yang bisa dimasukkan ke QGIS kita untuk hari itu saja.

Iklan

Kuwahara Filter

Kuwahara Filter adalah filter untuk mengurangi noise pada citra tanpa mengubah batas (edge). Mungkin semacam smart-blur pada pengolah citra. Kerennya, filter tersebut ada di QGIS.

Contoh Kuwahara, gambar diambil dari imageJ

Nah, pada QGIS, dapat dilihat contohnya di sini:

setelah dilakukan Kuwahara pada foto dron

Sedangkan foto aslinya seperti ini:

foto asli dari dron DJI, terlihat sebearnya bukan noise, tetapi memang fitur

Dengan dilakukan Kuwahara, kita jadi lebih gampang saat mendijitasi gambar secara manual, karena terlihat lebih smart-blur, lebih kurang noise.

Namun, kuwahara di QGIS hanya kecil, rencana nya mau diubah biar lebih kuat … tapi saya agak pusing liat kode nya … pake numpy …

buat yang mau ber pusing-pusing ria, silahkan lihat kode nya di %appdata%\QGIS\QGIS3\profiles\default\buat yang mau ber pusing-pusing ria, silahkan lihat kode nya di

[Carto][QGIS] xmin xmax ymin ymax

Untuk mengetahui koordinat paling kiri (xmin) dari geometri kita, di QGIS, dapat menggunakan rumus-rumus berikut

y_max( transform( $geometry, 'EPSG:4326', 'EPSG:32647') )
y_min( transform( $geometry, 'EPSG:4326', 'EPSG:32647') )
x_max( transform( $geometry, 'EPSG:4326', 'EPSG:32647') )
x_min( transform( $geometry, 'EPSG:4326', 'EPSG:32647') )

Ini berguna untuk transformasi dulu geom kita ke UTM, pada contoh ini adalah UTM Zona 47 Utara (untuk kota Pekanbaru s.d Medan), lalu baru kita cari tahu nilai extents nya … Dengan tahu angka min dan max nya, kita akan lebih presisi dalam membuat petanya.

QGIS Composer @grid_number / 1000

Buat yang bikin peta pake QGIS, dan menampilkan koordinat UTM, rasanya koordinatnya buat penuh peta kita saja, karena satuannya dalam METER. Nah, agar angkanya kecil, kita dapat menggunakan @grid_number / 1000 sebagai format penyesuaian koordinatnya. Akibatnya, sekarang yang ditampilkan adalah koordinat dalam KILOMETER, sehingga lebih rapih kesannya.

Sebagai perbandingan, sila lihat gambar di atas, terlihat koordinat UTM kita adalah 757 600 timur, lalu di sebelahnya adalah 757700 meter timur. Terlalu banyak nol nya …

Sekarang coba bandingkan dengan yang di bawah ini …

terlihat sekarang koordinatnya adalah 757.6

Nah, kita tahu itu adalah koodinat UTM tetapi dalam KILOMETER.

Cara membuatnya adalah dengan menggunakan

@grid_number  / 1000

sebagai format nya … pilih penyesuaian dekat Formatnya, lalu ketik kode di atas … cukup lama juga saya mencari cara ini … hehehehe

RBI 10k TIDAK MUAT DI a2

Buat yang ingin mencetak RBI 10 ribu, ternyata tidak muat di kertas A2, karena RBI 10k jika dicetak ke UTM Zona 47N karena di sekitar Pekanbaru, ternyata rata-rata panjangnya adalah 4641.6774904749m, jika dicetak dengan skala 10 ribu, maka angka tersebut dibagi 10 ribu menjadi 0.4meter atau sekitar 464.1 milimeter.

Adapun lebar rata-rata 4610.8227494262m, sehingga lebar peta skala 10 ribu adalah sekitar 461mm.

Ukuran kertas A2 adalah 420 x 594 mm, sehingga lebih kecil dari 461 mm (latitude) apalagi 464mm (longitude).

Solusi mungkin dicetak di kertas A1 yang berukuran 594mm x 841 mm. Terlalu besar kertasnya.

Sepertinya harus dicetak di digital printing dengan kertas custom saja.

Demo pemecahan RBI 10ribu ke A3 skala 5ribu

Ceritanya, di kantor hanya ada printer A3. Anda butuh mencetak peta skala 5000, misalnya untuk Rencana Tata Ruang di QGIS.

Nah, berdasarkan pengalaman saya, RBI 10ribu terpaksa dipecah menjadi 4×3, yaitu 4 baris dan 3 kolom yang bisa masuk ke sebuah peta ukuran kertas A3 untuk dicetak.

Nah, dari QGIS, tinggal kita bagi saja batas (extents) dari RBI tadi menjadi 4baris3kolom, lalu masing-masing wilayah tinggal dibuatkan Atlasnya. Demo hasilnya dapat dilihat pada link Github Page saya…

https://kampar.github.io/0816-2317/

Github Page dengan Leaflet.JS

Anda mau lihat jeroannya, source code nya, bisa saja dari Github saya,

https://github.com/kampar/0816-2317


RBI skala 10 ribu

Peta Rupa Bumi memiliki penomoran yang unik, dan saya belum menemukan kodingan untuk algoritmanya, yang seharusnya mudah untuk anak IT. Namun, dari standar SNI 6502.2-2010 Spesifikasi penyajian peta rupa bumi 25.000 Lampiran E, saya dapat menemukan sedikit klu, yaitu PDF nya diprotek.

PDF diprotek sangat bagus agar penggiat Geo jadi ketawa lucu karena ngga bisa copy-paste … hehehehe … kalau bisa ngeselin orang kenapa tidak? Namanya juga SENI … ngga air kan?

Ngga usah bahas protek dulu… bank saku memang lagi belajar untuk berbagi …

Kembali ke laptop…

Tadi malam ditelpon abangku yang PNS di PUPR, minta dibuatkan peta atlas skala 5000 untuk seluruh daerah Kabupaten Kampar … wew … bisa sih dengan QGIS Atlas, paling lama 10 menit buatnya, asalkan kita punya extents nya (batas petanya)

Makanya, saya perlu batas-batas peta itu …

Nah, kalau petanya kejar tayang, sih saya bisa bikin asal saja extent nya …Namun, karena ini untuk pemerintah, sebaiknya kita ngikut aturan dari SNI / BIG … sehinga nanti peta yang dihasilkan juga bisa di overlay ke peta RBI nya pemerintah.

Nah, itu tadi masalahnya …

RBI, memiliki penomoran berdasarkan skala peta skala 250 ribu, 4 digit.

Ditambahkan dua karakter lagi yaitu tanda minus dan sebuah nomor untuk menjadi peta skala 100ribu.

Peta 250k tadi dipecah menjadi 6 peta kecil skala 100k. luasan peta 250k adalah 1 derjat kali 1 setengah derjat,

atau 1 derjat x 1,5 derjat

atau 1 derjat x 1 derjat 30 detik …

Nah, masing-masing peta RBI 100k mewarisi penamaan induknya RBI250k, dengan angka 1 sampai 6, dimulai dari pojok kiri bawah ke kanan lalu ke atas.

Sudah bosan? Sabar dulu … masih banyak … plototin gambar di bawah ini sambil diminum itu kopi …

Peta RBI 100k tadi yang setengah derjat kali setengah derjat atau 30menit x 30menit nantinya kita pecah eh perjelas lagi dengan RBI 50k dengan luasan 15menit x 15 menit

Makanya RBI 100k dipecah menjadi 4 buah RBI 50k

Penamaan 50k mewarisi 100k ditambahkan bilangan 1 s/d 4 tergatung posisinya ..

RBI 50k dipecah lagi menjadi RBI25k, tentu karena sekalanya bulat, kita pecah 4 lagi … dengan luasan 7,5 menit x 7,5 menit

Pada RBI 50k sudah ada 6 nomor peta, yaitu 4 angka dari nomor 250k, tanda setrip / dash/ tidak diitung angka, lalu 1 angka dari nomor 100k nya, lalu 1 angka dari posisinya …

begitu terus hingga kita dapat RBI 10k … liat gambar di atas saja 😀 hehehehe

Nah …. kembali ke Kampar …

Kabupaten Kampar tidak benar-benar masuk ke sebuah RBI 250k …

Kabupaten kaya ini (seriously?) masuk ke dalam EMPAT RBI250k, mayoritas di nomor 0816.. lalu sedikit di 0815, lalu seiprit di 0817 dan 0716 .. wew …

om telolet om … dari mana dapat nomor ini … ? ya dari BIG lah … 😀

Nah, kita potong potong yuk, biar bisa dapat terus hingga RBI 10 ribu …

Nah, disitu enaknya QGIS2, ada fitur untuk buat kotak secara otomatis … dari menu Vektor -> Peralatan Penelitian –> Kotak Vektor

Dari menu kotak ini kita bisa membuat polygon dengan cepat

Grid Kampar RBI 10 000

Nah … setelah saya itung itung pakai spasial query … ada setidaknya 593 halaman nantinya atlas saya kalau HANYA pakai 10 ribu …

bijimana kalau 5000 … tentu4 kali lebih banyak …. wkwkwkwk (ketawa milenial dulu gw)

spatial query

Ya udah … itulah hebatnya QGIS … tinggal dibikin Atlasnya … dan …. gw lapar dah setengah satu malam …

QGIS QuickWKT cara cepat membuat fitur dengan WKT

Salah satu yang membuat saya terkagum dengan QGIS adalah fitur yang kita pilih dapat dicopy (Ctrl+C) lalu dipaste ke Notepad++ maka akan keluar WKT dari fitur tersebut. Nah, kebalikannya, Anda dapat membuat fitur dengan WKT tapi harus memasang plugin dulu, namanya QuickWKT. Dengan QuickWKT, kita bisa membuat fitur secara cepat, copy-paste dari teks WKT atau dari SQL atau sejenisnya.

Pada contoh berikut, saya ingin membuat garis bujur 110 timur, caranya dengan QuickWKT, tentu setelah diinstall, ada di menu Plugin –> QuickWKT –> QuickWKT

setelah di-install, QuickWKT membuat subemenu baru di Plugins

Nah, pada jendelanya, Anda bisa memilih dari template yang sudah ada. Pada contoh dibawah terlihat saya ingin membuat garis bujur 110 timur, mulai dari 15 lintang utara hingga 15 derjat lintang selatan.

Nah, Anda juga bahkan bisa bebas membuat layer terpisah ataupun data dari WKT tadi gabung ke layer yang lain. Anda dapat copy-paste layer dengan syarat adalah tombol pensil hidup, tanda layer dalam kondisi bisa diubah gemetry shape nya.

Atau, kalau Anda memberi nama layer yang sama di QuickWKT nya, otomatis fitur ditambahkan ke layer, dan bukan layer baru …

Nah … jangan lupa simpan layer Anda, karena default nya hanya ke memory, jika QGIS Crash (dan sering banget), maka layer Anda tidak hilang …

Mudah, kan make QGIS? Memang agak susah sih QGIS karena berbahasa Indonesia …

NASA WMTS Landsat

Buat yang iseng ingin liat-liatin bumi, silahkan gunakan layanan WMTS dari NASA berikut:


https://gibs.earthdata.nasa.gov/wmts/epsg3857/best/1.0.0/WMTSCapabilities.xml

Silahkan tambahkan ke QGIS Anda di bagian WMS/WMTS pada Browser. Nanti akan keluar banyak sekali layer yang bisa dimasukkan ke peta Anda … HATI HATI TERHADAP PETANYA … BISA SAJA ANDA KEWECHA DENGAN GAMBARNYA … SEPERTI SKRINSYOT BERIKUT:

Kok bisa negara jiran yang baru merdeka lebih terang dari sebuah provinsi yang kaya raya … minyak di atas (sawit) dan dibawah bumi,…

QGIS Composer Atlas Rename Map Scale

Salah satu fitur QGIS yang cukup ampuh adalah dalam membuat atlas. Selama ini saya tidak tahu bagaimana me-rename output keluaran atlas dengan skala petanya. Terkadang skala ini tidak sama, padahal skala berpengaruh banget untuk mengatur grid graticule.

Nah, caranya adalah setelah membuat sebuah Layout, di tab Atlas, centang Generate an Atlas (untuk membuat Atlas).

Nah, di bagian outputnya, masukkan expresi ini:

'Kec. '||  title( @atlas_pagename ) || '' || round( map_get(item_variables('peta'),'map_scale') ) || '' || @layout_pagewidth  || 'x' ||  @layout_pageheight 

Atau pakai Expression Builder boleh juga …

Nah, yang paling penting di sini adalah map_get dan item_variables

Nah, di layout, peta 1 atau map0 direname dulu menjadi peta,

Setelah di-rename, makanya kita bisa mendapatkan variabel skala dari peta tersebut dengan ekspresi fungsi berikut:

map_get(item_variables('peta'),'map_scale') 

Nah, sayangnya skalanya terlalu banyak angka di belakang koma, makanya kita bulatkan dengan fungsi round

round( map_get(item_variables('peta'),'map_scale') )