Arsip Tag: Location: Pekanbaru Kota

Microsoft Virtual Earth untuk Pekanbaru 2012-01-15

Pada zaman dahulu … Microsoft berbaik hati memberikan secara percuma citra satelit untuk kota Pekanbaru yang sepertinya diambil pada tanggal 15 Januari 2012. Pada saat itu terlihat stadion utama di Utara kampus UR masih dalam pengerjaan. Foto tersebut telah digantikan dengan foto / citra terbaru, yang sayangnya tidak bertanggal melainkan diberi rentang, seperti ini:

dan sepertinya merupakan citra satelit yang diambil tahun 2014. Nah, bagi Anda yang kolektor, dan mau menyimpan kenangan tampilan kota Pekanbaru tanggal 15 Januari 2012 tersebut, silahkan datang ke Kampus UIN Suska Riau, minta ke mahasiswa saya atau bisa saja langsung ke saya. Ukuran nya 300Megabyte, sudah dimontage/di-stich menjadi JPG tunggal.

Berikut GDALINFO untuk gambar tua tersebut:

gdalinfo "Microsoft VirtualEarth z19.jpg"
Driver: JPEG/JPEG JFIF
Files: Microsoft VirtualEarth z19.jpg
 Microsoft VirtualEarth z19.jpg.aux.xml
 Microsoft VirtualEarth z19.jgw
Size is 29729, 21312
Coordinate System is:
GEOGCS["WGS 84",
 DATUM["WGS_1984",
 SPHEROID["WGS 84",6378137,298.257223563,
 AUTHORITY["EPSG","7030"]],
 AUTHORITY["EPSG","6326"]],
 PRIMEM["Greenwich",0,
 AUTHORITY["EPSG","8901"]],
 UNIT["degree",0.01745329251994328,
 AUTHORITY["EPSG","9122"]],
 AUTHORITY["EPSG","4326"]]
Origin = (101.375884115695950,0.511167347431183)
Pixel Size = (0.000005364418030,-0.000005364418030)
Metadata:
 COMMENT=Created with SAS.Planet
 EXIF_GPSLatitude=(0) (27) (14.4)
 EXIF_GPSLatitudeRef=N
 EXIF_GPSLongitude=(101) (27) (20.24)
 EXIF_GPSLongitudeRef=E
 EXIF_GPSMapDatum=WGS-84
 EXIF_GPSVersionID=0x2 0x2 00 00
 PyramidResamplingType=NEAREST
Image Structure Metadata:
 COMPRESSION=JPEG
 INTERLEAVE=PIXEL
 SOURCE_COLOR_SPACE=YCbCr
Corner Coordinates:
Upper Left ( 101.3758841, 0.5111673) (101d22'33.18"E, 0d30'40.20"N)
Lower Left ( 101.3758841, 0.3968409) (101d22'33.18"E, 0d23'48.63"N)
Upper Right ( 101.5353629, 0.5111673) (101d32' 7.31"E, 0d30'40.20"N)
Lower Right ( 101.5353629, 0.3968409) (101d32' 7.31"E, 0d23'48.63"N)
Center ( 101.4556235, 0.4540041) (101d27'20.24"E, 0d27'14.41"N)
Band 1 Block=29729x1 Type=Byte, ColorInterp=Red
 Overviews: 14865x10656, 7433x5328, 3717x2664
 Image Structure Metadata:
 COMPRESSION=JPEG
Band 2 Block=29729x1 Type=Byte, ColorInterp=Green
 Overviews: 14865x10656, 7433x5328, 3717x2664
 Image Structure Metadata:
 COMPRESSION=JPEG
Band 3 Block=29729x1 Type=Byte, ColorInterp=Blue
 Overviews: 14865x10656, 7433x5328, 3717x2664
 Image Structure Metadata:
 COMPRESSION=JPEG

 

 

Terlihat ukuran nya adalah 29729×21312 pixel, jadi cukup besar tapi ngga besar banget … karena cakupan nya (lihat di extent nya / Corner Coordinates nya), hanya sebahagian kecil kota Pekanbaru saja, seperti terlihat di bawah ini …

Microsoft VirtualEarth z14

Resolusi gambar sudah sangat sempurna, sekitar 60cm per pixel, perhitungan ecek ecek saya seperti ini (dalam meter).. angka 111361,52394697778880823075590439 adalah angka ajaib faktor pengali meter per derjat untuk desa ranah singkuang UTM zona 47N

2018-06-27_01-58-41 resolusi.jpg

Angka 0,000005364418030 diambil dari Pixel Size dari GDALINFO

Pixel Size = (0.000005364418030,-0.000005364418030)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

Kelurahan Simpang Baru

Ceritanya mau buat peta Kelurahan Simpang Baru format A3 citra satelit dari ESRI. Untuk ubinnya, dapat diunduh dari ESRI (save satu-satu kalau Anda maniak, atau gunakan SAS Planet). Kelebihan dari SAS Planet adalah memberikan berkas .kml dari hasil penggabungan ubin beserta world file dan semuanya, sehingga Anda akan dapat membuka berkas tersebut dengan mudah di QGIS.

Namun, yang jadi permasalahan adalah Anda biasanya Anda belum punya peta kelurahan. Untuk itu, sila download peta desa/keluarahan di Indonesia.

 

Pilih kelurahan dimaksud,

2017-12-10_03-02-17.jpg

 

2017-12-10_03-04-36 terpilih warna lebih terang.jpg

lalu jangan lupa save hanya fitur yang dipilih.

2017-12-10_03-05-22 klik kanan simpan sebagai.jpg

2017-12-10_03-06-05 centang simpan hanya fitur yang dipilih.jpg

 

 

Sekarang, Anda sudah memiliki sebuah berkas yang isinya hanya peta desa/kelurahan kita saja.

Nah, masih ada yang agak kurang dari peta kita, adalah agar fokus lebih ke kelurahan, maka sebaiknya ada sebuah shape yang bolong di tengah, sehingga shape tersebut jika nantinya kita beri style kabur, akan mengkaburkan gambar di luar daerah kelurahan kita, bagian yang bolong tadi.

Untuk membuat shape yang bolong di tengah, Anda bisa membuatnya di QGIS dari menu Vector –> Peralatan Geoprocessing –> Perbedaan Simetrik.

2017-12-10_03-09-17 perbedaan simetrik

Nah, yang sering salah adalah penafsiran kita di sini. Ada dua bagian yang penting di “Perbedaan Simetrik” ini, yaitu “Lapisan Masukan” dan “Lapisan Perbedaan”.

Sepertinya peng-Indonesiaan istilah QGIS di sini membuat saya sering salah arti dan membuat QGIS nya seperti error. Walaupun bisa saja Anda cuekkan, dan diulang lagi prosesnya.

“Lapisan Masukan” adalah lapisan pembolong.

sedangkan Lapisan Perbedaan adalah yang dibolongkan.

2017-12-10_03-11-34 contoh yang benar.jpg

Pada gambar, simpang_baru_dari_desa adalah shape kelurahan kita, sedangkan “Simpang Baru” adalah hasil export dari SAS Planet.

Terbalik, kan? Itulah Bahasa Indonesia nya … hehehehe

 

 

Sekarang Anda telah memiliki shape yang bolong di tengahnya … sehingga akan kita “isi” dengan gambar dari ESRI. Sila lihat “Featured Image” dari post ini untuk melihat hasilnya. Atau jika Anda memang ingin melihat kerjaan saya yang iseng saja (jangan dicaci maki di sini…) sila download dari Google Drive Saya

 

 

 

 

 

Awan dan Indraja

Penginderaan Jauh (Indraja) atau bahasa ocu-nya, remote sensing, paling bete kalo ketemu awan.

Dan tahukah Anda apa yang lebih bete lagi setelah itu? setelah melakukan filter terhadap citra Sentinel 2 untuk kota Pekanbaru yang memang sering tertutup awan, cuma ada satu gambar semenjak 2016 yang layak untuk perhitungan, yaitu yang diambil tanggal 2017-04-04, atau linknya sebagai berikut:

http://sentinel-s2-l1c.s3-website.eu-central-1.amazonaws.com/#tiles/47/N/QA/2017/4/4/0/

dan itupun 41 persen tertutup awan :((

<CLOUDY_PIXEL_PERCENTAGE>40.9111</CLOUDY_PIXEL_PERCENTAGE>

Kalau Anda berminat indraja Pekanbaru, sila cari-cari di sini,

http://satcat.eoproc.com/cat-01/dev-online.html?&config=aws-01

lalu kalau suatu nanti nemu citra yang bagus, harap hubungi saya, kamp**@gmail.com

WGS 84 / UTM Zone 47N

Salah satu alasan kenapa sebaiknya kita menggunakan CRS WGS 84 / UTM Zone 47N saat membuat peta Kota Pekanbaru adalah karena WGS 84 / UTM Zone 47N menggunakan satuan meter, dan tidaklah derajat, sebagaimana WGS 84 saja.

WGS 84 / UTM Zone 47N kode EPSG-nya adalah EPSG:32647.

Sila lihat bagaimana bentuk bumi jika diproyeksi dengan EPSG:32647 di bawah ini:

EPSG_32647

Nantinya, jika kita menggunakan EPSG:32647 tersebut, saat menghitung $area di QGIS, maka hasilnya adalah dalam meter persegi (square meters), dan $length akan berisi panjang length geometri pun dalam meter.

Jika masih menggunakan WGS 84 saja, maka semua perhitungan tersebut dalam derajat. Makanya, jangan heran saat Anda menghitung jalan yang sangat panjang, tetapi panjangnya hanya 0,7, itu bukan dalam mil, tetapi dalam derajat (jika menggunakan WGS 84, secara default)