Arsip Tag: Indonesia

RBI skala 10 ribu

Peta Rupa Bumi memiliki penomoran yang unik, dan saya belum menemukan kodingan untuk algoritmanya, yang seharusnya mudah untuk anak IT. Namun, dari standar SNI 6502.2-2010 Spesifikasi penyajian peta rupa bumi 25.000 Lampiran E, saya dapat menemukan sedikit klu, yaitu PDF nya diprotek.

PDF diprotek sangat bagus agar penggiat Geo jadi ketawa lucu karena ngga bisa copy-paste … hehehehe … kalau bisa ngeselin orang kenapa tidak? Namanya juga SENI … ngga air kan?

Ngga usah bahas protek dulu… bank saku memang lagi belajar untuk berbagi …

Kembali ke laptop…

Tadi malam ditelpon abangku yang PNS di PUPR, minta dibuatkan peta atlas skala 5000 untuk seluruh daerah Kabupaten Kampar … wew … bisa sih dengan QGIS Atlas, paling lama 10 menit buatnya, asalkan kita punya extents nya (batas petanya)

Makanya, saya perlu batas-batas peta itu …

Nah, kalau petanya kejar tayang, sih saya bisa bikin asal saja extent nya …Namun, karena ini untuk pemerintah, sebaiknya kita ngikut aturan dari SNI / BIG … sehinga nanti peta yang dihasilkan juga bisa di overlay ke peta RBI nya pemerintah.

Nah, itu tadi masalahnya …

RBI, memiliki penomoran berdasarkan skala peta skala 250 ribu, 4 digit.

Ditambahkan dua karakter lagi yaitu tanda minus dan sebuah nomor untuk menjadi peta skala 100ribu.

Peta 250k tadi dipecah menjadi 6 peta kecil skala 100k. luasan peta 250k adalah 1 derjat kali 1 setengah derjat,

atau 1 derjat x 1,5 derjat

atau 1 derjat x 1 derjat 30 detik …

Nah, masing-masing peta RBI 100k mewarisi penamaan induknya RBI250k, dengan angka 1 sampai 6, dimulai dari pojok kiri bawah ke kanan lalu ke atas.

Sudah bosan? Sabar dulu … masih banyak … plototin gambar di bawah ini sambil diminum itu kopi …

Peta RBI 100k tadi yang setengah derjat kali setengah derjat atau 30menit x 30menit nantinya kita pecah eh perjelas lagi dengan RBI 50k dengan luasan 15menit x 15 menit

Makanya RBI 100k dipecah menjadi 4 buah RBI 50k

Penamaan 50k mewarisi 100k ditambahkan bilangan 1 s/d 4 tergatung posisinya ..

RBI 50k dipecah lagi menjadi RBI25k, tentu karena sekalanya bulat, kita pecah 4 lagi … dengan luasan 7,5 menit x 7,5 menit

Pada RBI 50k sudah ada 6 nomor peta, yaitu 4 angka dari nomor 250k, tanda setrip / dash/ tidak diitung angka, lalu 1 angka dari nomor 100k nya, lalu 1 angka dari posisinya …

begitu terus hingga kita dapat RBI 10k … liat gambar di atas saja 😀 hehehehe

Nah …. kembali ke Kampar …

Kabupaten Kampar tidak benar-benar masuk ke sebuah RBI 250k …

Kabupaten kaya ini (seriously?) masuk ke dalam EMPAT RBI250k, mayoritas di nomor 0816.. lalu sedikit di 0815, lalu seiprit di 0817 dan 0716 .. wew …

om telolet om … dari mana dapat nomor ini … ? ya dari BIG lah … 😀

Nah, kita potong potong yuk, biar bisa dapat terus hingga RBI 10 ribu …

Nah, disitu enaknya QGIS2, ada fitur untuk buat kotak secara otomatis … dari menu Vektor -> Peralatan Penelitian –> Kotak Vektor

Dari menu kotak ini kita bisa membuat polygon dengan cepat

Grid Kampar RBI 10 000

Nah … setelah saya itung itung pakai spasial query … ada setidaknya 593 halaman nantinya atlas saya kalau HANYA pakai 10 ribu …

bijimana kalau 5000 … tentu4 kali lebih banyak …. wkwkwkwk (ketawa milenial dulu gw)

spatial query

Ya udah … itulah hebatnya QGIS … tinggal dibikin Atlasnya … dan …. gw lapar dah setengah satu malam …

Iklan

Ngambil peta jalan di Prov Riau dari OSM

Ceritanya, saya pengen bandingkan peta versi PU dengan versi OSM, untuk Prov Riau. AFAIK, tempat download yang cepat untuk data OSM se Indonesia adalah di Geofabrik.de. Sayangnya, di sini tidak bisa download per provinsi, padahal negara lain sudah bisa per state (negara bagian), sehingga lebih ringan downloadnya. Ngga gede banget sih … cuma 2.07Giga byte … seharusnya ngga lama … kecuali tadi ada FILE ACCESS ERROR … dan mesti ulang lagi dari 0, padahal sudah mau kelar tadinya …

Sebenarnya, bisa juga download pakai API via JOSM, dan nanti file OSM nya di export ke QGIS. Tapi memang lebih simpel dari GeoFabrik, tinggal donlot SHP nya yang sudah dizip.

Nah, untuk lebih menghemat kerja, jangan extract semuanya, karena gedung biasanya tidak Anda butuhkan, padahal itu yang menghabiskan banyak space di sini.total gedung.jpg

Well, dari 9 giga filenya, 8 giga adalah gedung … hahahaha

Ok … done extract hanya jalan nya saja dari file zip nya … lumayan hemat space 8 Giga, kan?

Nah … JANGAN LANGSUNG DI LOAD KE QGIS … FILENYA GUEDDE

solusi ala saya adalah saya buatkan dulu wilayah riau di QGIS … saya punya dari PEMILU API .. tetapi geometry file nya rusak .. terpaka di fix dulu oleh QGIS … gampang, via toolbox –> fix geometries

 

fix geom.jpg

Nah, baru di dissolve, atau bahasa manusianya di-lebur jadi satu saja prov riau nya …

 

Setelah di dissolve, saya simplify saja … sayangnya karena kita dalam derjat, maka ukuran simplify juga mintanya dalam derjat … nah .. ini kan bingung …

cara gampang itung konversi derjat ke meter adalah

satu derjat adalah 111 ribu …

nah … biar gampang, saya sederhanakan shape nya ke satu kilo saja … atau seribu meter,

1 dibagi 111 adalah 0,009 …

done

2018-12-19_03-15-32.jpg

nah … kalau sudah selesai … MATIKAN RENDER DI QGIS … INI PENTING

tombol render ada  pojok kanan bawah QGIS Anda … dekat CRS

yak matikan …

render matikan.jpg

Kenapa harus dimatikan ? karena kita akan memasukkan data yang sangat besar, sehingga akan memberatkan QGIS …

nah langkah selanjutnya adalah PASTIKAN LAGI RENDER NYA MATI

 

sip …

dah mati?

 

cek lagi ..

 

hehehehe …

 

sekarang baru load / drag-drop file SHP hasil extract dari Geofabrik tadi ke Qgis … cukup yang jalan nya saja … gis_osm_roads_free_1.shp

 

dua juta jalan di Indonesia.jpg

nah … setelah diload qgis … MATIKAN CENTANG LAYER NYA … biar ngga tampil dia … karena kalau tampil pasti berat lah menampilkan 2 juta fitur jalan …

nah … sekarang setelah dua duanya mati … rendering dan layer … baru kita lakukan spatial query …

gunakan Select by Location

2018-12-19_03-01-57 select by location.jpg

 

ambil jalan yang hanya di dalam file riau kita tadi … run … ada error panjang banget … cuekin aja …

nah nanti akan terlihat status kek gini di bawah QGIS nya …

2018-12-19_03-02-31 36 814 features selected.jpg

artinya, dari 2 juta jalan Indonesia di OSM, 36 ribu nya sedang terpilih sekarang …

nah … jika sudah terpilih, baru kita simpan yang terpilih tadi …

 

nyimpan layer masih nanya saya? Ya Allah!

klik kanan layer gis_osm_roads_free tadi, pilih export –> save selected features asexport selected.jpg

 

Nah … simpan sesuai keinginan Anda …

sekarang, kita sudah memiliki jalan di provinsi riau … versi OSM …

dikit kali?

ya … ngga banyak yang metain … kesadaran warga  di sini mungkin masih kurang .. hahaha …

done …

eh … kamu tau cara lain?

shptree untuk membuat Spatial Index SHP

Kalau Anda bekerja dengan SHP file yang besar, seharusnya akan lebih cepat diakses jika dibuatkan terlebih dahulu berkas Spatial Index nya. Dengan dibuatkan indexnya, piranti GIS seperti MapServer akan lebih cepat dalam menampilkan SHP file yang besar. Anda dapat menggunakan tools shptree [1]. Tools ini ada juga di MS4W, dan dapat Anda jalankan di konsol CMD Anda dengan syarat menjalankan dahulu batch file untuk SET Environment Variables.

Lihat gambar berikut, dari menu RUN, ketik CMD, maka akan terbuka konsol CMD.EXE Anda:

 

cmd shptree is not recognized.jpg

Nah, terlihat bahwa perintah shptree belum dikenal oleh CMD, sehingga Anda tidak dapat melakukannya,

Solusinya, Anda harus memanggil dahulu berkas \ms4w\setenv.bat, yang berguna untuk melakukan SET PATH, yaitu memberitahu CMD, dimana PATH  atau lokasi berkas EXE berada.

set environtment variable for ms4w.jpg

Setelah diset pathnya, otomatis CMD berhasil menemukan perintah shptree.exe.

 

OK, sekarang setelah kita berhasil memanggil perintah shptree, kita butuh membuat index untuk berkas SHP kita, caranya cukup dengan perintah

shptree namafile.shp

Contoh kasus adalah SHP gedung dari OSM (Open Street Map) seluruh Indonesia yang ukurannya 600MB, nah kita dapat buatkan indexnya, sehingga nanti akan lebih cepat dalam melakukan query (well ndak juga sih … hehehehe … karena datanya kurang bagus). Lihat gambar berikut biar jelas …

shptree buildings sampai 200mb.jpg

Terlihat SHP buildings ada sekitar 616MegaByte … super guedde … dan itu data tahun 2016, belum donlot yang baru …

kita buatkan index nya … dan ukuran indexnya pun cukup gede … 200MB

 

[1] https://trac.osgeo.org/mapserver/wiki/ShpTree

Download SHP Negara dari OSM via Geofabrik.de

Geofabrik memberikan layanan download data dari OSM, http://download.geofabrik.de/asia.html

Namun, ada hal menarik yang saya lihat dari data tersebut, yaitu: Download untuk negara Jepang yang ukuran negaranya hanya seluas pulau Jawa (kira-kira), tetapi ukuran datanya sekitar 1 Gigabyte, padahal Indonesia hanya 207 Megabyte.

Disinilah saya merasa bahwa negara kita masih kurang aktif memetakan dirinya. Kalau kita tidak punya peta diri kita sendiri, tidak mengherankan kalau sebuah universitas negeri di sini ada yang tiga kali dalam waktu dekat kabel FO nya putus tergali excavator di tempat yang sama … ya, tiga kali!

Download nama daerah di Indonesia dari GeoNames.org

Bagi yang kurang kerjaan dan ingin mendownload nama kota di Indonesia yang 382 207 buah (hampir 400 ribu fitur), silahkan ke Geonames.org

Mendownload berkas ID.zip

Navigasi ke:

http://download.geonames.org/export/dump/

Dari sana, silahkan pilih ID.zip, download dan extract.

Anda akan menemukan dua buah berkas, readme.txt dan ID.txt

ID.txt berisi data fitur tersebut.

readme.txt berisi nama kolom untuk ID.txt tersebut.

 

Membuat Shape File dengan QGIS

Jika Anda ingin membuat layer dengan QGIS dari berkas ID.txt tersebut, caranya adalah dari QGIS Anda, pilih menu Layer, lalu pilih Add Delimited Text Layer

Create a Layer from Delimited Text File 00 Layer Add Delimited Text Layer

 

Nanti, akan keluar tampilan seperti berikut:

Create a Layer from Delimited Text File 01 yang ini yang benar yang tadi kebalik x y nyaBrowse ke berkas ID.txt yang telah Anda extract dari ID.zip tadi.

Pilih Custom Delimited, pilih tab, karena berkas kita dipisahkan oleh tab

Pastikan Anda menghilangkan centang First record has field names, karena data kita tidak punya nama field sebagai header di baris pertama, namun langsung namanya.

Nah, ini yang saya awalnya salah, pilih field X dan Y nya. Perhatikan bahwa pada readme.txt dinyatakan bahwa kolom ke 5 dan 6 adalah latitude dan longitude, artinya Y nya adalah latitude, dan X adalah longitude. Jangan sampai kebalik!

Makanya, untuk X adalah field nomor 6.

Y adalah field nomor 5.

OK.

Tunggu beberapa waktu, dan akan keluar error, tapi tidak apa apa …

Create a Layer from Delimited Text File 02 Ada error karena karakter aneh

Nanti Anda akan ditanya tentang CRSnya, pilih WGS84

Create a Layer from Delimited Text File 03 set CRS

Voila …

Anda telah berhasil mengimport (hampir) semua data nama di Indonesia ke QGIS Anda.

Sekarang jangan lupa untuk mensave layer tadi ke sebuah berkas ESRI .SHP atau terserah Anda, agar Anda tidak perlu lagi melakukan import.

WARNING:

Berkas ID.SHP saya ukurannya hampir 1 Giga!