Arsip Kategori: WebGIS

Membuat MBTiles dengan SAS.Planet

sebenarnya ada banyak software yang bisa membuat MBTiles, tapi yang paling simple menurut saya adalah SAS.Planet. Anda hanya cukup membuat seleksi, lalu pilih bagian export, pilih export ke MBTiles, PASTIKAN CENTANG XYZ NYA TIDAK DICENTANG, karena akan membuat TMS yang tidak didukung Leaflet

Iklan

Nyolong Ubin Google Earth Pro

GEP dibandingkan SAS Planet punya kelebihan, yaitu kita bisa tahu tanggal berapa citra satelit tersebut. Namun, GEP tidak mendukung export gambar dengan koordinatnya. Artinya, kalau kita simpan gambar dari GEP, maka kita butuh untuk men-geo-referencing-nya sendiri. Pekerjaan ini sedikit merepotkan, tapi tidak ada salahnya dicoba.

 

Pertama, load dahulu citra ubin. Perhatikan di pojok bawah ada tulisan Imagery Date, dan Eye Altitude. Eye Altitude ini penting jika Anda akan membuat beberapa gambar yang akan di-stich kembali menjadi sebuah gambar.

 

2017-12-05_16-35-26 Google Earth Pro.png

Tambahkan Polygon

2017-12-05_16-35-42 add polygon.jpg

Lalu klik di 4 titik persegi2017-12-05_16-36-47 drag.jpg

Ubah Style Color menjadi HANYA outlined saja … sehingga polygon kita hanya punya garis luar tanpa isi.

 

Save gambar kita dari menu File –> Save –> Save Image

2017-12-05_16-38-10 file - save - save image.jpg

Hide All image options …

2017-12-05_16-38-35 map options hide all.jpg

Maksimumkan resolusi

2017-12-05_16-38-45 resolution max.jpg

Simpan

 

 

Nah, kembali ke polygon kita tadi, klik kanan simpan HARUS DALAM KML, bukan KMZ (kemzi, default)

2017-12-05_16-39-36 polygon save place as

 

2017-12-05_16-39-54 change save as from kmz into kml.jpg

Load KML kita ke QGIS

 

2017-12-05_16-42-18 load kml with qgis.jpg

 

 

Sekarang aktifkan opsi PENGUNCI atau snapping (in English). INI PENTING.

 

2017-12-05_16-45-16 snapping option.jpg

 

Hidupkan snap ke All visible layers, pilih verteks (titik saja), TOLERANSI 20 piksel

2017-12-05_16-45-35.jpg

Buka GeoReferencer

 

2017-12-05_16-43-26.jpg

Load gambar hasil GEP tadi ke GeoReferencer

Jika ditanya CRS, gunakan default WGS 84 EPSG:43262017-12-05_16-44-19 pick wgs84 epsg4326.jpg

Nah, selanjutnya zoom ke 4 titik ujung polygon kita yang ada di gambar hasil GEP. Tambahkan titik GCP, jika ditanya koordinat, klik saja tombol dari peta qgis, pilih titik yang sesuai dengan titik GCP sekarang. Lakukan untuk ke empat titiknya.

 

Untuk berikutnya, pengaturan transformasi, gunakan Proyektif, target biarkan tetap dulu sama CRS nya. Saya melihat ada bugs di QGIS kalau mengganti CRS di sini. Lebih baik Anda gunakan menu warp dari raster. Biar kerja dua kali asal benar daripada otomatis di warp, eh malah error.

2017-12-05_16-50-52.jpg

Setelah di OK, seharusnya sekarang 4 titik GCP kita akan memiliki nilai error yang sangat kecil, sekitar 10pangkat -8.

 

Nah, jalankan georeferencing. Gambar akan terlihat di QGIS.

Sekarang, giliran memotong gambar dari Google untuk membuang sampah kotak polygon kita. Gunakan menu Raster –> Ekstraksi –> Pemotong

2017-12-05_16-52-40.jpg

Pada dialog, pilih tempat Anda akan menyimpan hasil clipping / pemotongan.

 

2017-12-05_16-53-43.jpg

dan jangan lupa untuk drag di dalam batas polygon, sehingga hanya gambar saja yang ada, tidak ada lagi sampah polygon kita.
DONE!

Job Well Done!

 

 

 

Kelurahan Simpang Baru

Ceritanya mau buat peta Kelurahan Simpang Baru format A3 citra satelit dari ESRI. Untuk ubinnya, dapat diunduh dari ESRI (save satu-satu kalau Anda maniak, atau gunakan SAS Planet). Kelebihan dari SAS Planet adalah memberikan berkas .kml dari hasil penggabungan ubin beserta world file dan semuanya, sehingga Anda akan dapat membuka berkas tersebut dengan mudah di QGIS.

Namun, yang jadi permasalahan adalah Anda biasanya Anda belum punya peta kelurahan. Untuk itu, sila download peta desa/keluarahan di Indonesia.

 

Pilih kelurahan dimaksud,

2017-12-10_03-02-17.jpg

 

2017-12-10_03-04-36 terpilih warna lebih terang.jpg

lalu jangan lupa save hanya fitur yang dipilih.

2017-12-10_03-05-22 klik kanan simpan sebagai.jpg

2017-12-10_03-06-05 centang simpan hanya fitur yang dipilih.jpg

 

 

Sekarang, Anda sudah memiliki sebuah berkas yang isinya hanya peta desa/kelurahan kita saja.

Nah, masih ada yang agak kurang dari peta kita, adalah agar fokus lebih ke kelurahan, maka sebaiknya ada sebuah shape yang bolong di tengah, sehingga shape tersebut jika nantinya kita beri style kabur, akan mengkaburkan gambar di luar daerah kelurahan kita, bagian yang bolong tadi.

Untuk membuat shape yang bolong di tengah, Anda bisa membuatnya di QGIS dari menu Vector –> Peralatan Geoprocessing –> Perbedaan Simetrik.

2017-12-10_03-09-17 perbedaan simetrik

Nah, yang sering salah adalah penafsiran kita di sini. Ada dua bagian yang penting di “Perbedaan Simetrik” ini, yaitu “Lapisan Masukan” dan “Lapisan Perbedaan”.

Sepertinya peng-Indonesiaan istilah QGIS di sini membuat saya sering salah arti dan membuat QGIS nya seperti error. Walaupun bisa saja Anda cuekkan, dan diulang lagi prosesnya.

“Lapisan Masukan” adalah lapisan pembolong.

sedangkan Lapisan Perbedaan adalah yang dibolongkan.

2017-12-10_03-11-34 contoh yang benar.jpg

Pada gambar, simpang_baru_dari_desa adalah shape kelurahan kita, sedangkan “Simpang Baru” adalah hasil export dari SAS Planet.

Terbalik, kan? Itulah Bahasa Indonesia nya … hehehehe

 

 

Sekarang Anda telah memiliki shape yang bolong di tengahnya … sehingga akan kita “isi” dengan gambar dari ESRI. Sila lihat “Featured Image” dari post ini untuk melihat hasilnya. Atau jika Anda memang ingin melihat kerjaan saya yang iseng saja (jangan dicaci maki di sini…) sila download dari Google Drive Saya

 

 

 

 

 

DotMapper R+Leaflet

 

Anda punya data dalam point? Terbiasa dengan R? Sila download dan pelajari kode DotMapper di GitHub, lihat videonya di YouTube, atau download papernya

Smith, Catherine M., and Andrew C. Hayward. “DotMapper: An Open Source Tool for Creating Interactive Disease Point Maps.” BMC Infectious Diseases; London 16 (2016): n/a. doi:http://dx.doi.org/10.1186/s12879-016-1475-5.

 

 

Artikel dapat diunduh full text dari PNRI.